2008 TS PP RUSDI 1-COVER.pdf
2008 TS PP RUSDI 1-BAB 1.pdf
2008 TS PP RUSDI 1-BAB 2.pdf
2008 TS PP RUSDI 1-BAB 3.pdf
2008 TS PP RUSDI 1-BAB 4.pdf
2008 TS PP RUSDI 1-BAB 5.pdf
2008 TS PP RUSDI 1-PUSTAKA.pdf
Sebagai suatu daerah pesisir, Kabupaten Bangka Barat memiliki kekayaan sumberdaya alam yang melimpah. Kegiatan perikanan di daerah studi sudah sejak lama dilakukan masyarakat nelayan setempat dan produksinya cukup tinggi sepanjang tahun. Namun ada indikasi usaha pengelolaan kawasan pesisir ini bersifat menguras sumber daya, yang dikhawatirkan nanti akan terjadi kecenderungan pemanfaatan yang tidak berkelanjutan. Apalagi usaha penambangan timah inkonvensional yang beroperasi di sepanjang bibir pantai dikhawatirkan akan memberikan tekanan kepada sumberdaya perikanan, bakau, dan kualitas lingkungan. Hal ini bila terus dibiarkan berlangsung, maka dapat dipastikan dalam jangka panjang akan menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan sehingga terjadi penurunan kualitas perairan, biomasa ikan, dan sumberdaya bakau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur permasalahan pengelolaan kawasan pesisir dan memperkirakan kecenderungan yang akan terjadi bila tidak dilakukan intervensi. Indikator yang digunakan untuk memperkirakan kecenderungan tersebut adalah sumberdaya perikanan, hasil tangkap nelayan, luas dan volume bakau, kualitas perairan, serta jumlah tambang inkonvensional (TI) apung yang beroperasi.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metodologi system dynamics. Kajian ini memfokuskan pada keterkaitan antara sumberdaya perikanan, sumberdaya bakau, serta usaha penambangan tambang inkonvensional. Perilaku model merupakan acuan dalam penyusunan rancangan kebijakan yang akan dilakukan terhadap struktur model tersebut. Kemudian beberapa skenario kebijakan tersebut disimulasikan untuk mendapatkan pilihan kebijakan yang sesuai untuk mempertahankan pembangunan berkelanjutan kawasan pesisir.
Dari beberapa skenario yang disimulasikan ternyata skenario gabungan yang terdiri atas pelaksanaan reboisasi, penyitaan TI, pelarangan TI baru, dan penerapan sanksi mampu mempertahankan keberlanjutan sistem sampai pada akhir tahun simulasi. Skenario gabungan ini mampu memperlihatkan perilaku yang lebih baik dibandingkan perilaku skenario dasar. Namun penerapan kebijakan tersebut tidaklah semudah secara teori seperti yang dilaksanakan dalam model. Skenario gabungan tersebut diharapkan mampu diterapkan secara konsisten di daerah studi sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana.
Perpustakaan Digital ITB