Penelitian ini mengembangkan model pembiayaan berkelanjutan untuk rumah sakit
berbasis wakaf di Indonesia yang menyeimbangkan keberlanjutan finansial, kontribusi
sosial terhadap Universal Health Coverage, dan preservasi aset wakaf dalam jangka
panjang. Penelitian ini mengintegrasikan wawancara semi-terstruktur, simulasi System
Dynamics, sensitivity analysis, Monte Carlo simulation, dan optimasi multi-objektif
NSGA-II. Lima instrumen pembiayaan—wakaf, utang, sukuk, pembiayaan investor
langsung, dan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT)—dievaluasi dalam horizon 50
tahun. RDPT dimodelkan sebagai instrumen hibrida berbasis kinerja laba, sedangkan
kontribusi sosial diukur melalui dana yang disalurkan untuk mendukung akses layanan
kesehatan bagi kelompok rentan. Model menunjukkan bahwa rumah sakit berbasis wakaf
dapat mencapai kinerja finansial, sosial, dan preservasi aset yang positif dalam jangka
panjang, meskipun tekanan likuiditas sementara dapat terjadi pada periode awal
operasi. Direct Cost Percentage merupakan parameter yang paling berpengaruh. Hasil
Monte Carlo menunjukkan bahwa skenario blended financing terpilih bersifat
conditionally robust: seluruh simulasi menghasilkan saldo kas akhir non-negatif dan
mampu mempertahankan aset wakaf, tetapi 48,1% simulasi mengalami setidaknya satu
periode defisit kas sementara. Hasil NSGA-II mengidentifikasi komposisi kompromi
sekitar 3% wakaf, 24–25% pembiayaan investor, dan 72% RDPT. Wakaf merupakan
sumber pembiayaan yang paling menguntungkan secara finansial, tetapi secara praktis
hanya mampu membiayai sekitar 3–5% proyek. Sementara itu, utang dan sukuk tidak
terpilih karena kewajiban tetapnya menimbulkan tekanan likuiditas berkepanjangan.
Solusi ekstrem menunjukkan bahwa pembiayaan yang didominasi investor menghasilkan
likuiditas dan preservasi aset terbaik, sedangkan proporsi RDPT dan wakaf yang lebih
tinggi menghasilkan kontribusi sosial terbesar. Penelitian ini menyediakan kerangka
pendukung keputusan yang mengintegrasikan simulasi dinamis, analisis ketidakpastian,
dan optimasi multi-objektif untuk pembiayaan rumah sakit berbasis wakaf. Temuan
menunjukkan bahwa pembangunan rumah sakit yang berkelanjutan memerlukan wakaf
sebagai fondasi sosial dan kepemilikan permanen, yang didukung oleh pembiayaan
hibrida yang fleksibel dan modal investor yang mampu menanggung risiko.
Kata kunci: rumah sakit berbasis wakaf; pembiayaan berkelanjutan; System Dynamics;
Monte Carlo simulation; NSGA-II; Universal Health Coverage; preservasi aset wakaf.
Perpustakaan Digital ITB