digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pembentukan pit lake pada tambang terbuka pascatambang merupakan proses hidrologi–geokimia bertahap yang dipengaruhi oleh kenaikan muka air, peningkatan volume air, dan perubahan ekspos litotipe dinding pit. Pada tahap awal pengisian, kualitas air umumnya sangat asam dengan pH rendah, alkalinitas terbatas, serta konsentrasi sulfat dan logam terlarut yang tinggi akibat dominasi pelindian material reaktif. Meskipun proses pencampuran antar tahap pengisian (staging) dan peningkatan volume air mendorong pengenceran alami, hasil simulasi menunjukkan bahwa kondisi netral tidak dapat dicapai tanpa intervensi kimia, sehingga diperlukan strategi remediasi yang efektif untuk menjaga kestabilan kualitas air pit lake dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi kualitas air pit lake berbasis pendekatan staging, mengevaluasi kondisi geokimia sebagai baseline, serta membandingkan efektivitas dua skenario aplikasi penetral, yaitu penetralan tunggal setelah pit lake terisi penuh dan penetralan bertahap selama proses pengisian. Pemodelan dilakukan menggunakan perangkat lunak PHREEQC melalui simulasi pencampuran berbasis volume pada sepuluh tahap pengisian hingga mencapai volume kumulatif maksimum. Analisis mencakup spesiasi ionik, indeks kejenuhan mineral, kurva titrasi geokimia, serta perhitungan kebutuhan bahan penetral CaCO?, Ca(OH)?, dan NaOH untuk mencapai pH target 7. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa Ca(OH)? memberikan kinerja netralisasi paling stabil dan terkontrol untuk aplikasi skala besar. NaOH menghasilkan respons pH paling cepat, namun berisiko menyebabkan overshoot pH dan peningkatan salinitas, sedangkan CaCO? menunjukkan efektivitas yang lebih terbatas akibat kinetika pelarutan yang lambat. Dari sisi skenario aplikasi, penetralan bertahap menghasilkan kebutuhan Ca(OH)? yang lebih rendah, yaitu 13.532.517,12 kg, atau sekitar 10,43% lebih efisien dibandingkan penetralan tunggal, serta menghasilkan kestabilan pH yang lebih baik. Dengan demikian, kombinasi penggunaan Ca(OH)? dan skenario penetralan bertahap merupakan pendekatan paling stabil, aman, dan efisien untuk remediasi kualitas air pit lake pascatambang.