digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Claudya Anastasya Nadapdap
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Glass eel merupakan fase juvenil ikan sidat (Anguilla Bicolor) yang bermigrasi dari laut menuju perairan tawar melalui muara sungai. Keberhasilan migrasi dipengaruhi oleh kondisi oseanografi yang berubah secara spasial dan musiman. Penelitian ini bertujuan mengestimasi persentase keberhasilan migrasi glass eel dari laut menuju sungai-sungai di wilayah selatan Jawa, khususnya Banten hingga Sukabumi, serta menganalisis pengaruh arus laut, pasang surut, dan salinitas terhadap dinamika migrasi. Penelitian menggunakan pendekatan Agent-Based Model (ABM) berbasis NetLogo untuk mensimulasikan pergerakan 1000 agen pada musim hujan dan musim kemarau dengan tiga skenario salinitas sungai, yaitu 0,1; 6; dan 11,4 PSU. Pergerakan agen dipengaruhi oleh arus, pasang surut, dan salinitas. Setiap skenario dilakukan sebanyak 30 pengulangan untuk mengevaluasi kestabilan model. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan migrasi berkisar 60,353–62,197% pada musim hujan dan 43,367–44,273% pada musim kemarau, dengan waktu kedatangan glass eel ke sungai lebih tinggi pada musim hujan. Hasil uji sensitivitas menunjukkan tingkat sensitivitas arus lebih tinggi dibandingkan dengan salinitas. Validasi berdasarkan perbandingan proporsi distribusi glass eel antara hasil model dan data lapangan menunjukkan kesesuaian yang lebih baik pada musim hujan dibandingkan musim kemarau. Model menunjukkan kestabilan yang baik dengan koefisien variasi sebesar 2,573–4,332% pada 30 pengulangan. Dengan demikian, ABM mampu merepresentasikan dinamika migrasi glass eel dan menunjukkan bahwa variasi kondisi arus, pasang surut, dan salinitas berkaitan dengan perubahan pola serta tingkat keberhasilan migrasi.