Kondisi tegasan in situ, tekanan pori, dan sifat mekanika batuan merupakan parameter penting yang mengontrol respons geomekanika formasi dan kestabilan lubang bor. Pada Lapangan SID, Cekungan Jawa Timur Utara, variasi litologi dan kondisi geologi bawah permukaan berpotensi menghasilkan respons geomekanika yang berbeda pada setiap interval stratigrafi. Penelitian ini bertujuan membangun model geomekanika satu dimensi untuk mengestimasi kondisi tegasan bawah permukaan, menentukan rezim tegasan, dan mengevaluasi kestabilan lubang bor.
Penelitian menggunakan data log talikawat, log gambar XRMI, data tekanan formasi (RDT/MDT), serta data Leak-Off Test (LOT) dan Formation Integrity Test (FIT) dari Sumur S-3 dan S-4. Model geomekanika dibangun melalui estimasi tegasan in situ, tekanan pori, dan sifat mekanika batuan yang dikalibrasi terhadap data pengukuran yang tersedia. Analisis kestabilan lubang bor dilakukan menggunakan kriteria keruntuhan Mohr–Coulomb untuk menentukan jendela berat lumpur aman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan SID berada pada kondisi tekanan pori hidrostatik dengan rezim sesar normal (Shmin < SHmax < Sv), dengan gradien rata-rata Shmin sebesar 0,889 psi/ft, SHmax sebesar 0,954 psi/ft, dan Sv sebesar 0,993 psi/ft, serta orientasi SHmax sekitar N30°E. Interval Formasi Wonocolo hingga Tuban memiliki jendela berat lumpur yang relatif lebih sempit dibandingkan interval lainnya sehingga lebih rentan terhadap ketidakstabilan lubang bor. Model yang dihasilkan secara umum konsisten dengan tren peristiwa pengeboran yang terdokumentasi pada skala formasi, dengan deviasi yang terkonsentrasi pada interval tertentu yang diasosiasikan dengan heterogenitas litologi lokal. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi jendela berat lumpur untuk setiap section pengeboran serta arah pengeboran optimal yang sejajar dengan orientasi Shmin untuk meminimalkan risiko ketidakstabilan lubang bor.
Perpustakaan Digital ITB