Peningkatan konsumsi energi di Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi. Diversifikasi energi dibutuhkan untuk memberikan jaminan pasokan energi di masa depan untuk menjalankan perekonomian. Bauran energi tahun 2008 menyatakan dominasi minyak bumi dalam pasokan energi primer Indonesia, sedangkan Indonesia memiliki cadangan batubara yang besar. Permintaan dunia akan batubara terus meningkat. Indonesia meningkatkan produksinya hingga 16.34 persen dengan peningkatan ekspor sebesar 8,5 persen dan penurunan konsumsi dalam negeri sebesar 2,1 persen. Alokasi batubara untuk ekspor mencapai 68 persen dari produksi batubara nasional, sementara kebutuhan batubara domestik terus meningkat. Kecenderungan ini mengkhawatirkan bagi jaminan pasokan energi nasional terkait kinerja perekonomian di masa depan. Penelitian ini memodelkan interaksi antara produksi batubara dengan pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai Indonesia di tahun 2025. Target pertumbuhan ekonomi berdasarkan nilai indeks pembangunan manusia yang disejajarkan dengan negara emerging-market economy dan didorong dari aktivitas industri non-tambang.. Penelitian menggunakan metode ekonometrik, yaitu simultaneous equation modeling, yang biasa digunakan untuk analisis kebijakan terkait ekonomi makro. Hasil dari simulasi model yaitu pada tahun 2025, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7.32 persen dan pendapatan per kapita sebesar 12,484 dollar Amerika Serikat, produksi batubara dibutuhkan sebesar 336,635,120 ton, dengan sisa cadangan sebesar 8.4 milyar ton. Jika jumlah produksi dibatasi setelah tahun 2025 dan alokasi batubara pada konsumsi domestik, ekspor batubara menurun 0.2 persen hingga mencapai 224,422,315 ton di tahun 2050.
Perpustakaan Digital ITB