Robot lunak (soft robot) berbasis kain menawarkan alternatif aktuasi pneumatik yang ringan
dan fleksibel dibandingkan aktuator silikon konvensional, namun perilaku deformasinya sangat
bergantung pada sifat mekanik kain yang bersifat ortotropik (memiliki sifat mekanik berbeda
pada tiap arah anyaman). Penelitian sebelumnya pada aktuator dual-chamber berbasis kain
telah memberikan data eksperimental mengenai deformasi akibat tekanan, tetapi belum
divalidasi dengan simulasi elemen hingga (FEA) yang parameter materialnya dikalibrasi dari
hasil eksperimen aktual. Penelitian ini bertujuan untuk membangun hubungan antara tekanan
fluida internal, sifat material kain hasil karakterisasi eksperimental, dan respons deformasi
aktuator dual-chamber dengan fokus pada konfigurasi aktuator lima segmen melalui simulasi
FEA.
Metode penelitian diawali dengan karakterisasi sifat mekanik dua jenis material kain penyusun
aktuator, yaitu material untuk kedua lapis terluar dan material untuk lapis tengah, melalui uji
tarik pada arah warp dan weft menggunakan universal testing machine, untuk memperoleh
parameter mekanik ortotropik E1 dan E2 (modulus elastisitas pada dua arah anyaman), ?12 (rasio
Poisson), dan G12 (modulus geser) masing-masing material. Parameter tersebut selanjutnya
dimasukkan ke dalam dua model elemen shell/membran terpisah pada perangkat lunak FEA
untuk mensimulasikan aktuator dual-chamber dengan konfigurasi lima segmen pada berbagai
kombinasi tekanan Bending Chamber (BC) dan Straightening Chamber (SC). Sudut deformasi
aktuator diekstraksi dari hasil simulasi dan dibandingkan dengan data eksperimental terdahulu.
Hasil karakterisasi menunjukkan kedua jenis material tersebut, selanjutnya disebut material
Putih (kedua lapis terluar) dan material Hitam (lapis tengah), memiliki karakteristik mekanik
berbeda: material Putih memiliki E1 = 239,5 MPa, E2 = 309,1 MPa, dan ?12 = 0,224, sedangkan
material Hitam memiliki E1 = 91,8 MPa, E2 = 134,6 MPa, dan ?12 = 0,269, dengan G12 sebesar
28,8 MPa untuk material Putih dan 16,3 MPa untuk material Hitam. Simulasi FEA untuk
seluruh 160 kombinasi tekanan BC dan SC menunjukkan perilaku bistabil pada aktuator,
dengan tekanan kritis loncatan yang meningkat seiring level BC, yaitu 17–58 kPa untuk arah
straightening dan 2–39 kPa untuk arah bending. Perbandingan dengan data eksperimen
sebelumnya menunjukkan kesesuaian bentuk kurva yang baik, dengan selisih tekanan kritis
rata-rata sekitar 14% pada arah straightening (rata-rata seluruh level BC) dan di bawah 6% pada
arah bending untuk BC 15–30 kPa.
Perpustakaan Digital ITB