digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Reihanditto Pratama Karimullah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Reihanditto Pratama Karimullah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Reihanditto Pratama Karimullah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Reihanditto Pratama Karimullah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Reihanditto Pratama Karimullah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Reihanditto Pratama Karimullah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Reihanditto Pratama Karimullah
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Studi ini menerapkan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk memilih vendor GPS yang paling sesuai bagi PT Indo Trans Teknologi dalam ekspansi ke sektor rantai pasok maritim, dengan mengatasi tantangan unik seperti standar sertifikasi dan akurasi data. Dengan engintegrasikan Stakeholder Analysis dan Value-Focused Thinking, studi ini mengembangkan kerangka pengambilan keputusan yang komprehensif yang selaras dengan ekspektasi para key stakeholders. Stakeholder Analysis mengidentifikasi para stakeholders dan ekspektasi mereka, sedangkan Value-Focused Thinking menerjemahkan ekspektasi tersebut menjadi fundamental objective dan mean objective yang menjadi kriteria untuk menggunakan AHP. Isu bisnis yang mendorong penelitian ini berasal dari keterlambatan produksi yang sering terjadi akibat lamanya waktu pengiriman dari vendor dan upaya pemrograman yang sering diremehkan, yang berujung pada lembur dan beban kerja berlebih bagi tim produksi. Untuk mengatasinya, penelitian ini bertujuan mendukung pengambilan keputusan pengadaan secara pre-emptive dengan mengidentifikasi vendor yang paling optimal guna memperlancar proses produksi dan mencapai target pemasangan tahunan. Evaluasi berfokus pada empat kriteria utama: kualitas, biaya, kepraktisan, dan kemampuan kustomisasi, dengan menggunakan data yang diperoleh dari dokumen internal, kuesioner untuk stakeholders, observasi, focus group discussion. Analisis AHP yang dilakukan melalui software Super Decisions, mengidentifikasi Brand O sebagai pilihan optimal. Pengadaan awal Brand O memungkinkan produksi dimulai segera setelah akuisisi proyek, secara signifikan mengurangi keterlambatan dan overtime, memastikan jadwal produksi yang lebih efisien, menghilangkan keterlambatan akibat proses pengadaan, serta mendorong pengelolaan yang berkelanjutan, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan karyawannya.