digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Muhammad Reihant Muzadi
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Muhammad Reihant Muzadi
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Muhammad Reihant Muzadi
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Muhammad Reihant Muzadi
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Muhammad Reihant Muzadi
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Muhammad Reihant Muzadi
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Muhammad Reihant Muzadi
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) menghadapi masalah dalam merealisasikan kinerja investasinya yang ditargetkan dalam rencana jangka panjang PT PDSI yang disebabkan oleh kurangnya kinerja dalam realisasi belanja modal (CAPEX), yang didorong oleh banyak faktor, seperti kendala keuangan dan ketidakpastian pasar. Dengan mengembangkan kerangka kerja untuk membantu pemangku kepentingan membuat keputusan strategis mengenai investasi aset, studi ini meneliti metode valuasi PT PDSI yang ada dan meningkatkan metode keputusan dengan menilai keputusan yang dibuat oleh pemangku kepentingan dalam alternatif yang tersedia dengan memperhitungkan situasi pasar dan bisnis di industri minyak dan gas. Dengan menggunakan data dari berbagai sumber untuk menilai ketidakpastian proyek dan membangun struktur biaya dan pendapatan, analisis data kemudian dilanjutkan menggunakan analisis Discounted Cash Flow (DCF) sebagai dasar untuk kelayakan proyek. Real Options Analysis (ROA) memberikan nilai lebih dengan mengukur faktor ketidakpastian pasar. Dengan menggunakan Binomial Lattice dan Model Black-Scholes, analisis menunjukkan bahwa Opsi untuk Ekspansi adalah strategi yang disukai dengan peningkatan Total Investment Value (TIV) berdasarkan kombinasi antara Net Present Value (NPV) dan Nilai Opsi. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan ROA ke dalam proses perencanaan anggaran investasi PT PDSI menyediakan alat pengambilan keputusan yang lebih baik dibandingkan DCF yang berdiri sendiri. Direkomendasikan agar PDSI mengadopsi kerangka kerja ini untuk menilai dan menentukan waktu investasi strategisnya dengan lebih baik, memungkinkan perusahaan untuk menavigasi ketidakpastian pasar secara lebih efektif dan menjembatani kesenjangan kritis antara ambisi strategis dan kinerja keuangannya..