digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan mendelineasi area rawan banjir di Wilayah Sungai Tamiang Langsa menggunakan metode Geomorphic Flood Index (GFI) serta mengevaluasi kinerja tiga model elevasi digital (DEM): DEMNAS, MERIT-DEM, dan FABDEM. Pemodelan utama dilakukan pada resolusi 90 meter, dilanjutkan dengan pengujian resolusi makroskopis 1000 meter untuk menganalisis dampak degradasi spasial terhadap geometri hidrologis. Validasi kinerja model diukur secara kuantitatif menggunakan metode Confusion Matrix berdasarkan titik kejadian banjir historis. Hasil penelitian menunjukkan MERIT-DEM sebagai model paling akurat dengan perolehan Accuracy 0,85 dan F1-Score 29,88%, mengungguli FABDEM dan DEMNAS yang cenderung mengalami overestimation luasan genangan akibat intervensi rupa bumi. Sementara itu, pengujian pada resolusi 1000 meter memicu distorsi jaringan sungai dan blocky effect, membuktikan bahwa resolusi makro tidak valid untuk pemetaan risiko tingkat lokal. Peta kerentanan final berbasis MERIT-DEM ini direkomendasikan sebagai instrumen penapisan awal (screening tool) bagi pemangku kebijakan dalam penataan ruang dan mitigasi bencana di wilayah studi.