Pemetaan sebaran spasio-temporal uap air dilakukan di Bendungan Bantar Awi. Dam Bantar Awi
dipilih menjadi area kajian karena memiliki fungsi sebagai penyedia air bagi PDAM dan PLTA
setempat. Lokasi dam yang strategis juga memungkinkan analisis turunan untuk menjelaskan
kondisi hidrologi dan klimatologi wilayah Kawasan Bandung Utara, serta usaha mitigasi bencana
banjir pada hilir Sungai Cikapundung. Nilai Precipitable Water Vapor (PWV) menunjukan
ketebalan air jika uap air pada kolom di titik pengamatan mengalami kondensasi. Metode estimasi
uap air menggunakan komponen koreksi kesalahan atmosfer/Zenith Total Delay (ZTD)
pengolahan data Global Navigation Satellite System (GNSS) metode diferensial statik. Oleh
karena itu, dilakukan pengamatan GNSS di Dam Bantar Awi selama 12 jam dari jam tujuh pagi
WIB. Data GNSS diolah dua kali: dengan koreksi troposfer dan tanpa koreksi troposfer.
Pengolahan diferensial statik menghilangkan sebagian besar pengaruh kesalahan dengan
menyelisihkan persamaan GNSS. Kesalahan yang tersisa ketika pengolahan tidak menggunakan
koreksi atmosfer mempengaruhi estimasi tinggi titik pengukuran. Oleh karena itu, selisih tinggi
solusi dengan dan tanpa koreksi troposfer menunjukan kesalahan akibat troposfer ke arah zenith.
Nilai uap air kemudian dapat diestimasi menggunakan selisih tinggi tersebut. Hasil pengolahan
adalah peta sebaran spasial uap air Dam Bantar Awi untuk tiap satu jam interval. Peta menunjukan
variasi uap air dan dapat dikaitkan dengan pergerakan matahari dan massa udara. Topografi area
Bantar Awi juga berpengaruh terhadap pergerakan uap air. Kondisi topografi menentukan
keterbukaan titik-titik pengamatan terhadap matahari serta arah gerak massa udara. Titik-titik
pengamatan yang mendapatkan sinar matahari pada suatu jam interval memiliki nilai PWV besar
yang menurun pada jam interval setelahnya ketika tertutup dari matahari. Kejadian antropogenik
dapat terekam dan ditunjukan melalui peta yang kami buat. Pada pengambilan data GNSS, terjadi
pembakaran sampah di sekitar area pengerjaan. Asap pembakaran menambah kesalahan yang
memperbesar nilai koreksi ZTD sehingga terjadi over-estimasi PWV. Pembakaran sampah terlihat
sebagai nilai ekstrem pada hasil peta yang menunjukan kemampuan produk kami sebagai alat
memonitor kondisi lingkungan. Pengujian produk dilakukan dengan membandingkan pola sebaran
spasio-temporal dengan hasil dari metode Precise Point Positioning (PPP). Hasil pengujian
menunjukan kesamaan pola sebaran uap air untuk jam-jam pengamatan di sore hari.
Perpustakaan Digital ITB