Ulvan adalah polisakarida sulfat yang ditemukan dalam dinding sel rumput laut hijau, terutama pada spesies Ulva. Komponen ini telah menarik perhatian besar dalam bidang biomedis dan bioteknologi karena memiliki berbagai aktivitas biologis, termasuk aktivitas antibakteri. Namun demikian, aktivitas antibakteri ulvan relatif rendah dan memerlukan konsentrasi cukup tinggi (sekitar 5% (b/v)) untuk menunjukkan efek yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi struktural pada ulvan guna meningkatkan efektivitas antibakterinya. Salah satu pendekatan yang berpotensi meningkatkan sifat antibakterinya adalah sintesis hidrogel ulvan yang dikombinasikan dengan ion logam. Beberapa ion logam diketahui mampu berinteraksi dengan membran sel bakteri, meningkatkan permeabilitas, dan menyebabkan lisis sel. Dalam penelitian ini, ulvan diekstraksi dari Ulva lactuca menggunakan metode ekstraksi air panas, diikuti presipitasi untuk memisahkan ulvan dari komponen biomassa lainnya. Ion logam Cu2+, Co2+, Fe3+, dan Zn2+ dipilih karena memiliki potensi antibakteri serta kemampuan membentuk kompleks stabil dengan gugus sulfat atau karboksilat pada ulvan. Hidrogel ulvan–ion logam disintesis menggunakan asam borat sebagai agen pengikat silang dan gliserol sebagai pemlastis. Uji antibakteri dilakukan untuk mengevaluasi potensi antibakterinya, termasuk penentuan konsentrasi hambat minimum (KHM) dan konsentrasi bunuh minimum (KBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ulvan yang diperoleh adalah 21,99% dengan kadar sulfat 25,33%. Karakterisasi FTIR memperlihatkan adanya regangan S=O (1260 cm?¹) dan tekukan C–O–S (789 cm?¹), yang merupakan ciri khas polisakarida sulfat. Spektrum H- NMR mengindikasikan bahwa ulvan yang diisolasi kemungkinan merupakan ulvanobiuronat, ditunjukkan dengan keberadaan sinyal asam uronat. Skrining antibakteri menunjukkan bahwa hidrogel ulvan–Zn (UZn) memiliki potensi antibakteri terhadap bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Hasil MIC memperlihatkan bahwa Ulvan–Zn mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis (10 mg/mL), Staphylococcus aureus (40 mg/mL), dan Escherichia coli (40 mg/mL). Vibrasi Zn–O pada 595 cm?¹ terkonfirmasi melalui FTIR, menandakan interaksi Zn2+ dengan matriks ulvan. Analisis XRD menunjukkan peningkatan kecil kristalinitas pada Ulvan–Zn dibandingkan ulvan murni, yang berkorelasi dengan penurunan kelarutannya dalam air.
Perpustakaan Digital ITB