Sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia menghasilkan volume
kopi yang tinggi setiap tahunnya, yang turut meningkatkan jumlah limbah kopi.
Pembuangan limbah kopi yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan
dampak lingkungan melalui emisi gas rumah kaca saat proses dekomposisi.
Meskipun limbah kopi telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, potensi
karakteristik alaminya sebagai material akustik masih belum banyak
dikembangkan. Penelitian ini mengkaji potensi material berbasis limbah kopi
sebagai produk akustik serta penerapannya. Hasil studi menunjukkan koefisien
absorpsi sebesar 0,21-0,76 pada frekuensi 630-2500 Hz, yang artinya material
mampu menyerap suara sebanyak 21%-76% pada frekuensi sedang hingga tinggi.
Selain itu, ditemukan bahwa konfigurasi bentuk permukaan tertentu dapat
meningkatkan performa akustik, dengan peningkatan maksimum sebesar 0,27 dan
rata-rata sebesar 0,05. Material ini diterapkan dalam desain produk akustik untuk
ruang kelas Montessori yang merupakan lingkungan belajar inklusif bagi anak
anak, termasuk anak dengan kebutuhan khusus (neurodivergent) yang memiliki
sensitivitas lebih tinggi terhadap suara. Maka dari itu, kualitas akustik yang baik
menjadi penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman. Pendidikan
Montessori juga menekankan nilai kepedulian terhadap lingkungan sehingga
pemanfaatan limbah kopi dalam ruang belajar akan mendorong penerapan praktik
berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran lingkungan anak-anak. Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan nilai kontribusi pada pengembangan material akustik
alami serta mendukung terciptanya ruang belajar yang lebih inklusif dan peduli
terhadap lingkungan.
Perpustakaan Digital ITB