COVER - Fauziah Fitri
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - Fauziah Fitri
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - Fauziah Fitri
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - Fauziah Fitri
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - Fauziah Fitri
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - Fauziah Fitri
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - Fauziah Fitri
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Pompa sentrifugal merupakan salah satu konsumen energi listrik terbesar di sektor industri,
namun jarang beroperasi tepat pada titik desainnya karena kebutuhan debit sistem yang terus
berubah. Akibatnya, sebagian besar energi justru terpakai ketika pompa bekerja pada titik offdesign,
terutama pada pompa kecepatan spesifik tinggi yang kurva efisiensinya sensitif
terhadap geometri impeler. Perancangan dan optimasi impeler pada umumnya hanya
menempatkan Best Efficiency Point (BEP) sebagai acuan, sedangkan geometri yang
dioptimalkan untuk BEP belum tentu efisien di daerah operasi yang paling sering ditemui.
Penelitian ini bertujuan mengoptimasi geometri impeler pompa sentrifugal kecepatan spesifik
tinggi secara multi-objektif dengan meninjau performa di titik desain sekaligus di kondisi offdesign.
Geometri pompa yang meliputi impeler, volute, dan saluran masuk dibangun ulang, dengan
sebuah geometri acuan digunakan sebagai pembanding untuk mempermudah pemodelan.
Perilaku aliran disimulasikan menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) pada
perangkat lunak Ansys CFX dengan model turbulensi RNG k-?. Sudut keluar sudu (??) dan
lebar keluar impeler (b?) dipilih sebagai variabel desain. Sampel desain disebar menggunakan
latin hypercube sampling, kemudian digunakan untuk melatih model surrogate Gaussian
Process Regression yang divalidasi melalui leave-one-out cross-validation. Algoritma Nondominated
Sorting Genetic Algorithm II (NSGA-II) diterapkan untuk memperoleh himpunan
solusi Pareto, dan tiga kandidat terpilih diverifikasi ulang dengan CFD.
Model baseline hasil pembangunan ulang tervalidasi terhadap data referensi, menghasilkan
efisiensi hidrolik 84,28% dibandingkan 81,76% pada referensi. Impeler hasil optimasi
meningkatkan efisiensi puncak dari 85% menjadi 87%, dengan perbaikan terbesar justru terjadi
pada kondisi off-design, yaitu dari 71% menjadi 77% pada debit 120 m³/jam, disertai kenaikan
head pada seluruh rentang debit yang diuji. Hasil ini menunjukkan bahwa penempatan titik
acuan optimasi di luar BEP mampu memperlebar pita efisiensi pompa, sehingga pemilihan titik
operasi sebagai acuan optimasi merupakan keputusan perancangan yang berpengaruh langsung
terhadap penghematan energi.
Perpustakaan Digital ITB