Kegiatancoal haulingdi PT XYZ menghadapi tantangan dalam menyeimbangkanbiaya operasional dan emisi CO? armada Scania R580, Scania R620, dan VolvoFH16 dalam memenuhi target produksi 10 juta tonbatubara per tahun. Penelitianini bertujuan mengkuantifikasi biaya operasional dan emisi CO? armada eksisting,mengembangkan modelmulti-objective optimizationuntuk menentukankonfigurasi armada yang optimal, serta menganalisistrade-offbiaya dan emisimelalui kurvaPareto frontierpada berbagai skenarioUse of Availability(UA)60%-70%. Datacycle timediolah menggunakan simulasiMonte Carlodengandistribusi segitiga untuk memperoleh nilai representatif pada persentil ke-90,kemudian modelMixed Integer Linear Programming(MILP) dua-objektifdiformulasikan dan diselesaikan dengan metodeweighted sumdanepsilon-constraintberbantuan Python.Hasil menunjukkan bahwa armada eksisting 27 unitpada UA 64% tidak mampu memenuhi target produksi, dengan kekurangan638.413 ton. KurvaPareto frontieruntuk setiap skenario UA menghasilkankonfigurasi armada optimal antara 27-29 unit, dengan peningkatan UA dari 64%menjadi 70% menurunkan biaya operasional minimum dari Rp414,34 miliarmenjadi Rp380,68 miliar per tahunserta emisi CO? minimum dari 32.606,10menjadi 30.111,70 ton CO? per tahun. Biaya marjinal reduksi emisi menurun dariRp41,70 juta menjadi sekitar Rp19,26 juta per ton CO? seiring peningkatan efisiensiUA, mengindikasikan bahwa peningkatan utilisasi armada merupakan strategi yanglebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan substitusi tipe unit untukmenyeimbangkan biaya dan emisi.
Perpustakaan Digital ITB