Sensor fiber optik berbasis Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) merupakan platform biosensing yang sensitif, sederhana, dan memungkinkan pemantauan secara real-time. Namun, imobilisasi antibodi pada permukaan plasmonik umumnya masih memerlukan agen pengikat silang tambahan yang dapat meningkatkan kompleksitas preparasi sensor. Penelitian ini mengembangkan fungsionalisasi polidopamin (PDA) sebagai antarmuka biofungsional pada sensor fiber optik berlapis nanopartikel emas (AuNPs) untuk deteksi bakteri Salmonella Typhimurium. Sensor fiber optik AuNPs difabrikasi melalui metode kimia dan difungsionalisasi dengan PDA pada variasi konsentrasi dopamin (DA) 0,1; 0,5; dan 1 mg mL?¹ serta laju pengadukan 200, 300, dan 400 rpm. Proses polimerisasi PDA dipantau secara real-time, sedangkan karakterisasi UV–Vis, FTIR, FE-SEM, dan AFM digunakan untuk mengevaluasi pembentukan PDA, morfologi, dan karakteristik permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi DA dan laju pengadukan memengaruhi kinetika pertumbuhan, homogenitas, dan kekasaran lapisan PDA. Kondisi optimum diperoleh pada DA 0,5 mg mL?¹ dan 300 rpm, yang menghasilkan lapisan PDA yang relatif homogen dan sesuai untuk imobilisasi antibodi.
Pada kondisi optimum, sensor menunjukkan respons linear terhadap Salmonella Typhimurium pada rentang 10?–10? CFU mL?¹ dengan sensitivitas 0,061 nm/log CFU mL?¹, koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9928, dan limit of detection (LOD) 125,29 CFU mL?¹. Uji selektivitas terhadap E. coli menunjukkan adanya interaksi nonspesifik yang terbatas, yang diduga berasal dari situs aktif PDA yang belum sepenuhnya tertutup oleh BSA. Hasil ini menunjukkan bahwa PDA dapat digunakan sebagai platform fungsional untuk imobilisasi antibodi pada sensor LSPR fiber optik tanpa agen pengikat silang tambahan, dengan performa sensing yang sangat dipengaruhi oleh parameter preparasi PDA.
Perpustakaan Digital ITB