Air limbah pertambangan nikel berpotensi mengandung kromium heksavalen (Cr??) yang bersifat toksik dan karsinogenik sehingga wajib diolah hingga memenuhi baku mutu 0,1 mg/L (Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2006). Penelitian ini mengevaluasi kinerja elektrokoagulasi dengan elektroda besi dan aluminium untuk menyisihkan Cr??, sekaligus menelusuri mekanisme yang mendasari perbedaan kinerja keduanya. Percobaan disusun sebagai desain faktorial 5 × 3, yaitu kuat arus 5–9 A dan jarak antar-elektroda 2, 4, dan 6 cm, menghasilkan 15 kombinasi perlakuan untuk tiap jenis elektroda, pada reaktor kontinu tipe baffle channel berdebit 75 L/jam dengan volume kerja efektif 15,37 L dan waktu detensi 12,3 menit. Influen mengandung Cr?? 0,269 mg/L, kromium terlarut 0,2755 mg/L, dan konduktivitas 4,019 mS/cm. Elektroda besi menyisihkan kromium terlarut sebesar 99,5% rata-rata dengan kadar efluen 0,0002–0,0055 mg/L dan memenuhi baku mutu pada seluruh 15 run, sedangkan elektroda aluminium hanya menyisihkan 11,7% Cr?? dan praktis tidak menyisihkan kromium terlarut serta gagal memenuhi baku mutu pada 14 dari 15 run. Perbedaan tersebut tidak bersumber pada kemampuan koagulasi, melainkan pada ketersediaan jalur reduksi: Fe²? berperan ganda sebagai reduktor Cr?? sekaligus prekursor koagulan, sedangkan Al³? berada pada tingkat oksidasi tertingginya dan tidak dapat mendonorkan elektron. Kadar kromium efluen yang berada di bawah kelarutan minimum Cr(OH)? mengindikasikan penguncian melalui kopresipitasi ke dalam larutan padat Cr?Fe???(OH)?. Pembacaan difenilkarbazida tidak sahih pada seri besi akibat interferensi koloid Fe(III), sehingga penilaian kinerja bertumpu pada ICP-OES. Kuat arus tidak berpengaruh nyata karena seluruh tarafnya menghasilkan dosis 80 hingga 144 kali kebutuhan stoikiometri, tetapi menaikkan besi residual dari 9,12 menjadi 43,61 mg/L sehingga baku mutu besi terlampaui pada 12 dari 15 run. Elektroda besi pada kuat arus serendah mungkin karenanya disarankan, dengan besi residual sebagai kendala operasi yang menentukan.
Perpustakaan Digital ITB