Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada balita yang ditandai oleh
nilai Height-for-Age Z-score (HAZ) di bawah ?2 SD menurut WHO, dengan
prevalensi di Indonesia mencapai 21,5% pada 2023. Stunting bersifat
multifaktorial, namun sebagian besar penelitian prediksi masih berbasis data crosssectional
yang belum menangkap dinamika growth faltering sejak periode 1000
Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga membatasi deteksi dini risiko. Penelitian
ini bertujuan mengidentifikasi fitur prediktor utama, mengoptimalkan model
Machine Learning terbaik, serta mengimplementasikannya ke dalam sistem
berbasis web, menggunakan data kohort longitudinal MAL-ED 0–60 bulan dari
delapan negara berkembang. Fitur temporal (mean, std, slope, nilai terakhir)
dibentuk dari pengukuran berulang usia 0–24 bulan di delapan domain
(antropometri, ASI, imunisasi, diare, ISPA, diet, mikrobiologi, biomarker inflamasi
usus), menghasilkan 735 fitur. Beberapa model (Logistic Regression, Random
Forest, Gradient Boosting, XGBoost, SVM, k-NN, MLP) dioptimalkan melalui
SMOTE, hyperparameter tuning (RandomizedSearchCV, F2-score), crossvalidation,
dan optimasi threshold; Random Forest dipilih karena recall tertinggi.
Sebagai pelengkap, Random Survival Forest dikembangkan untuk estimasi waktu
terjadinya (time-to-event) stunting, dibandingkan dengan Cox Proportional
Hazards dan DeepSurv. Pada Skenario 1 (48 fitur, threshold 0,40) yang
merepresentasikan ketersediaan data layanan kesehatan primer seperti Posyandu,
Random Forest menghasilkan Accuracy 83,3%, Recall 88,7%, Precision 73,3%,
F2-score 85,1%, dan ROC-AUC 92,1% (test set 186 anak), sementara Random
Survival Forest menghasilkan C-index 0,8444. Kebaruan penelitian terletak pada
integrasi eksplisit model klasifikasi dan survival berbasis data longitudinal,
dilengkapi interpretasi SHAP pada level individu dan kategori fitur. Seluruh model
diimplementasikan pada sistem prototipe berbasis web StuntGuard (FastAPI,
React, PostgreSQL), yang menyajikan status prediksi, estimasi usia onset, kurva
survival, dan interpretasi faktor risiko, sebagai landasan awal decision support tool
untuk skrining dini stunting berbasis data longitudinal.
Perpustakaan Digital ITB