digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengadaptasi formulasi perpindahan panas dan air terkopel pada domain rotan dua dimensi aksisimetrik dengan geometri tetap serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap pengeringan terukur. Model numerik menyelesaikan konsentrasi air terikat, konsentrasi air bebas, dan temperatur menggunakan kondisi awal tiap spesimen serta riwayat temperatur udara yang ditetapkan. Pada enam spesimen, RMSE prediksi kadar air dengan parameter awal sebesar 13,9–14,8% dari rentang respons terukur pada Batch 1 dan 21,4–23,1% pada Batch 2, sedangkan RMSE laju pengeringan masing-masing sebesar 37,4–43,3% dan 52,4–64,0%. Persentase tersebut menggunakan selisih nilai maksimum dan minimum respons terukur tiap spesimen sebagai penyebut. Pengujian analitik dan integral mendukung operator numerik yang diuji, tetapi konsentrasi air bebas lokal yang negatif membatasi implementasi awal. Implementasi terpisah yang mempertahankan konsentrasi air bebas positif digunakan untuk analisis sensitivitas lokal empat parameter transport dengan masukan terukur Cane 5 dipertahankan tetap. Pada perturbasi ±10% yang sama, koefisien perpindahan panas konveksi memiliki pengaruh terbesar terhadap keempat respons, dengan sensitivitas RMS ternormalisasi sebesar 0,184 untuk kadar air, 0,819 untuk laju pengeringan, 0,378 untuk temperatur permukaan, dan 0,395 untuk temperatur inti. Faktor awal difusivitas air terikat berada pada urutan kedua untuk kadar air sebesar 0,0293, sedangkan penurunan koefisien konveksi memperbaiki kesesuaian kadar air tetapi memperburuk kesesuaian temperatur. Pada implementasi awal, penyesuaian tambahan menjadi 4,2 W/(m²·K) dan 6,998 × 10?? m²/s menurunkan RMSE massa kalibrasi dari 5,201 menjadi 1,510 g; kesalahan kadar air dan laju pengeringan pada spesimen Batch 1 yang sama menjadi 5,6–10,7% dan 16,3–22,6% dari rentang terukurnya. Hasil ini memprioritaskan karakterisasi perpindahan panas dan massa pada permukaan serta mobilitas air terikat, tetapi belum menetapkan peringkat parameter yang berlaku umum ataupun ketelitian prediksi waktu pengeringan.