digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tingginya angka kegagalan deteksi pada kasus Occult Hepatitis B Infection (OBI) saat ini masih menjadi tantangan klinis yang signifikan. Kondisi ini utamanya dipicu oleh mutasi escape pada determinan 'a' Hepatitis B surface Antigen (HBsAg), dengan varian T143M menyumbang 20% dari total insiden OBI pada donor darah di Indonesia. Metode deteksi saat ini memiliki keterbatasan dalam mengenali varian mutan tersebut. Sebagai alternatif, nanobodi Variable New Antigen Receptor (VNAR) HB17 memiliki potensi besar sebagai agen diagnostik presisi, namun efektivitas pengikatannya terhadap HBsAg mutan T143M belum pernah dievaluasi. Penelitian ini secara umum bertujuan mengembangkan sistem diagnostik hepatitis B, melalui tujuan spesifik berupa mutagenesis situs terarah pada wilayah Complementarity Determining Region 3 (CDR3) VNAR HB17 guna meningkatkan afinitas pengikatan terhadap HBsAg T143M. Pendekatan hibrid in silico dan in vitro digunakan dalam penelitian ini. Tahap in silico meliputi skrining mutasi saturasi dari desain mutagenesis situs terarah berbasis konsensus Venn-Intersection of Multi-algorithm Screening (VIMAS) yang mengintegrasikan algoritma mCSM-AB, FoldX, dan OSPREY. Evaluasi dilanjutkan dengan prediksi kelarutan menggunakan CamSol dan simulasi dinamika molekuler. Hasil analisis in silico berhasil mengeliminasi 190 kandidat situs mutasi, sehingga didapatkan dua kandidat mutan terbaik, yaitu E103Q dan S101I. Keduanya terbukti secara komputasional mampu membentuk ikatan intermolekuler yang lebih padat, fleksibilitas residu yang adaptif, dan stabilitas termodinamika yang lebih tinggi dibandingkan wild-type. Pada tahap in vitro, kandidat terbaik tersebut dimutasi melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan DNA polimerase KOD Neo untuk mengamplifikasi keseluruhan plasmid (5.644 bp) secara spesifik menggunakan primer mutagenik. Setelah plasmid wild-type dieliminasi menggunakan enzim DpnI, produk mutan ditransformasikan ke Escherichia coli TOP10. Proses transformasi menghasilkan 423 koloni untuk mutan E103Q dan 544 koloni untuk mutan S101I. Dari hasil tersebut, 3 koloni dari masing-masing mutasi kemudian diisolasi plasmidnya untuk dilakukan Sekuensing Sanger. Setelah didapatkan hasil sekuensing, nanobodi VNAR mutan ini diharapkan dapat dijadikan fondasi untuk pengujian deteksi HBsAg T143M secara langsung guna dibandingkan kinerjanya dengan VNAR kontrol.