BAB I Rahayu Budhi Handayani [37023004]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB II Rahayu Budhi Handayani [37023004]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB III Rahayu Budhi Handayani [37023004]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV Rahayu Budhi Handayani [37023004]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V Rahayu Budhi Handayani [37023004]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Daftar Pustaka Rahayu Budhi Handayani [37023004]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Lampiran Rahayu Budhi Handayani [37023004]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Penelitian ini menghasilkan Model Fashion Sirkular yang kontekstual bagi
Indonesia, khususnya bagi designer-makers sebagai pengambil keputusan dalam
proses desain. Meskipun sektor tekstil dan fashion telah menjadi prioritas dalam
agenda ekonomi sirkular nasional, sebagian besar model yang tersedia masih
dikembangkan berdasarkan konteks Uni Eropa. Selain itu, belum tersedia alat
pemandu operasional bagi designer-makers Indonesia dalam merancang fashion
sirkular. Penelitian ini menggunakan integrasi desain sistemik dan desain etnografi.
Desain sistemik digunakan untuk membaca keterhubungan sistem secara
menyeluruh, sedangkan desain etnografi digunakan untuk menggali praktik dan
kebutuhan aktor dalam konteks keseharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
rantai nilai fashion sirkular Indonesia masih berada dalam bentuk proto-system
yang belum terintegrasi. Oleh karena itu, designer-makers membutuhkan
pendekatan sistemik dan strategis yang diterjemahkan ke dalam model konseptual,
yaitu (1) Sistem Desain, (2) Strategi Organisasi, dan (3) Kerangka Kerja. Model
konseptual tersebut kemudian dikembangkan menjadi model operasional dalam
bentuk Kanvas Model Desain, yang terdiri atas (1) Material dan Manajemen Daur
Hidup, (2) Proses Desain dan Inovasi, serta (3) Keterlibatan Pemangku
Kepentingan dan Interaksi Konsumen, dilengkapi dengan Instrumen Penilaian
Mandiri. Uji coba terbatas menunjukkan bahwa model dapat digunakan secara
operasional oleh designer-makers sebagai alat refleksi dan pengambilan keputusan
desain, meskipun masih memerlukan pendampingan sehingga lebih optimal
sebagai media belajar bersama. Evaluasi ahli memvalidasi bahwa model ini relevan
sebagai kerangka kontekstual dan operasional bagi Indonesia, namun
implementasinya perlu dilakukan secara bertahap sesuai kapasitas, skala, orientasi
pasar, dan jejaring pengguna. Pada tahap awal, implementasi model dapat
diarahkan kepada designer-makers yang berorientasi ekspor, khususnya ke pasar
Uni Eropa. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model fashion
sirkular yang kontekstual bagi Indonesia melalui integrasi desain sistemik dan
desain etnografi, serta menghasilkan model konseptual dan operasional yang
memperluas diskursus fashion sirkular yang selama ini masih didominasi konteks
Uni Eropa. Namun demikian, penelitian ini masih terbatas pada titik masuk jejaring
tertentu, sehingga memerlukan pengembangan lebih lanjut pada integrasi lintas
pemangku kepentingan dan penggunaan dalam skala yang lebih luas
Perpustakaan Digital ITB