Transformasi digital yang pesat telah mengubah cara merek berinteraksi dengan konsumennya, terutama melalui platform media sosial seperti TikTok. Penelitian ini mengkaji bagaimana aktivitas pemasaran digital melalui TikTok dapat meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan konsumen daring dalam konteks produk multivitamin anak, dengan mengambil studi kasus pada merek Vitabumin. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan antar merek di platform digital dan perlunya pendekatan berbasis strategi konten yang kreatif, interaktif, serta sesuai dengan perilaku audiens TikTok yang sangat dinamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran bersamaan yang menggabungkan data kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif digunakan dengan melibatkan wawancara semi-terstruktur kepada tim internal Vitabumin dan pakar pemasaran digital, observasi konten TikTok, serta analisis dokumen internal dan metrik TikTok. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menguji hubungan antara aktivitas pemasaran media sosial (SMMA) dengan kesadaran merek (brand awareness) dan keterlibatan konsumen daring (online consumer engagement), melalui survei terhadap 331 responden pengguna TikTok yang relevan. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya konten orisinal dan variatif, serta pembatasan teknis seperti pemblokiran akun TikTok menjadi kendala utama dalam upaya meningkatkan performa konten Vitabumin. Di sisi lain, analisis menunjukkan bahwa konten yang menggunakan format edukatif, mengikuti tren, serta menampilkan wajah yang familiar dari KOL tertentu cenderung lebih berhasil dalam menjangkau audiens dan membangun keterlibatan emosional. Strategi influencer yang dijalankan juga menghadapi tantangan efektivitas, di mana audiens mulai menunjukkan kejenuhan terhadap konten promosi tradisional dan mulai lebih percaya pada ulasan dari konsumen langsung. Dari sisi kuantitatif, hasil regresi linier menunjukkan bahwa variabel interaktivitas, trendiness, dan electronic word-of-mouth (e-WOM) secara signifikan memengaruhi brand awareness, dengan nilai R² sebesar 64,8%.
Selanjutnya, brand awareness dan ketiga variabel SMMA secara simultan berkontribusi terhadap peningkatan keterlibatan konsumen daring, dengan nilai R² sebesar 76,5%. Temuan ini memperkuat bahwa keterlibatan konsumen bukan hanya dipengaruhi oleh eksposur visual, tetapi juga oleh faktor keterlibatan emosional dan kepercayaan sosial yang dibentuk oleh komunitas pengguna. Integrasi temuan kualitatif dan kuantitatif mengindikasikan bahwa strategi pemasaran TikTok yang optimal untuk Vitabumin harus mengedepankan kombinasi konten yang interaktif, relevan secara tren, serta membangun kredibilitas melalui ulasan otentik dari pengguna. Selain itu, diperlukan adanya penguatan sistematis terhadap struktur tim konten internal, serta penyusunan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih terukur agar strategi yang dijalankan dapat dievaluasi secara konsisten. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur SMMA dalam konteks platform video pendek serta membuka ruang bagi penelitian lanjutan terkait optimalisasi strategi pemasaran digital berbasis komunitas konsumen.
Perpustakaan Digital ITB