digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Faldy Ilman Fariski
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Faldy Ilman Farisk
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Faldy Ilman Farisk
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Faldy Ilman Farisk
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Faldy Ilman Farisk
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Faldy Ilman Farisk
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Faldy Ilman Farisk
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PT Axia Tekindo Semesta menumbuhkan pendapatannya sebesar 73,4% dari IDR 32,99 miliar (2022) menjadi IDR 57,20 miliar (2024), namun margin operasi menurun menjadi 6,50% tanpa peningkatan EBITDA. Penelitian ini menemukan inefisiensi operasional yang menyebabkan paradoks ini dengan bantuan alat-alat seperti Activity-Based Costing, Time-Driven Costing, dan Value Stream Mapping, Porter's Value Chain, yang divalidasi melalui benchmarking APICS, WERC, dan CSCMP. Tujuh inefisiensi dengan biaya IDR 1,36-1,79 miliar/tahun (37-48% laba operasi) ditemukan termasuk penurunan perputaran persediaan, produktivitas gudang 16 versus 20-25 pesanan/jam-tenaga kerja, pemborosan ERP IDR 243-282 juta, premi transportasi 11-25%, kematangan teknologi 40/75, dan kinerja 62. Peta jalan tiga tahap senilai IDR 1,54 miliar dengan penghematan IDR 2,32 miliar per tahun meningkatkan margin perusahaan dari 6,50% menjadi 10,56%. Fase 1 (bulan 1-6): investasi IDR 165 juta untuk penghematan IDR 678 juta. Fase 2 (bulan 6-18): IDR 750 juta untuk penghematan IDR 573 juta. Fase 3 (bulan 12-24): IDR 625 juta untuk penghematan IDR 1,07 miliar. Kinerja di atas rata-rata dalam model ini dapat dicapai dalam 24 bulan melalui model pembiayaan mandiri. Penelitian ini menunjukkan kombinasi yang berhasil dari berbagai model analisis di pasar berkembang dan menawarkan bukti empiris bahwa implementasi terorganisir dari praktik terbaik dapat menyelesaikan masalah inefisiensi operasional pada distributor berukuran menengah yang mengalami ketidakselarasan pertumbuhan-profitabilitas.