digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Makalah ini mengidentifikasi dan membuktikan faktor-faktor krusial yang memengaruhi kinerja dan ketahanan usaha ritel kecil independen di Indonesia pasca pandemi melalui penelitian empiris, dengan fokus wilayah di Jawa Barat. Menanggapi tekanan yang meningkat akibat disrupsi digital, perubahan perilaku konsumen, dan pergeseran rantai pasok pasca COVID-19, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana peritel tradisional dapat beradaptasi dan bertahan. Berlandaskan pada model Technology-to-Performance Chain (TPC) dan teori strategi ritel, studi ini menguji sebuah kerangka konseptual yang mencakup enam konstruk: Perencanaan Strategis, Strategi Bisnis Fungsional, Hubungan Peritel– Pemasok, Program Loyalitas Konsumen, Teknologi Ritel, dan Kinerja Peritel. Dengan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) melalui SmartPLS, data dari 369 responden dianalisis untuk menguji hubungan langsung dan mediasi antar konstruk tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hubungan Peritel–Pemasok dan Program Loyalitas Konsumen secara signifikan meningkatkan kinerja. Teknologi Ritel memainkan peran ganda, memengaruhi loyalitas secara langsung maupun tidak langsung. Sebaliknya, Perencanaan Strategis tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas konsumen, yang mengindikasikan bahwa dalam konteks ritel informal, pelaksanaan operasional lebih berpengaruh dibandingkan perencanaan strategis yang bersifat abstrak. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori model kinerja ritel dengan memperluas kerangka TPC dan model Runyan & Droge (2008) ke dalam konteks pasar negara berkembang. Selain itu, studi ini menawarkan panduan praktis bagi manajer ritel, pemilik usaha kecil, dan pembuat kebijakan untuk menekankan pentingnya adopsi teknologi, peningkatan operasional, dan kolaborasi dengan pemasok dalam mendorong pertumbuhan ritel yang berkelanjutan.