Town Hall sebuah taman, tempat rekreasi dan tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para karyawan PT. Kaltim Prima Coal (KPC) dan karyawan kontraktor serta sub-kontraktornya, saat ini sepi pengunjung, tidak seperti tahuntahun sebelumnya. Tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan menentukan lini bisnis terbaik bagi Town Hall, serta bagaimana Town Hall dapat bersaing dengan tempat-tempat berkunjung lainnya yang ada di Kutai Timur lalu menjadi pilihan utama kembali. Metode penelitian menggunakan gabungan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, observasi lapangan dan studi literatur. Pengolahan data dilakukan melalui analisis kualitatif melalui Stakeholder Analysis, Kepner-Tregoe Analysis (K-T Analysis), 5 Whys Analysis, Porter’s Five Forces Analysis, Value Co-Creation Analysis dan untuk analisis kuantitatif dilakukan melalui Analytical Hierarchy Process (AHP) Analysis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari perhitungan AHP, Town Hall dapat memprioritaskan Pusat Olahraga sebagai pilihan perkembangan lini bisnis utama, diikuti oleh porsi perkembangan Area Kuliner dan Tempat Berkumpul. Lalu, Town Hall juga melalui Porter’s Five Forces ada di level Sedang atau dapat diperjuangkan untuk kembali bersaing sebagai tempat berkunjung walau harus dengan jalan yang sulit. Dan terakhir dari penelitian ini, penulis menyarankan menggunakan framing dari Value Co-Creation Analysis untuk dapat mengembangkan Town Hall menjadi tempat kunjungan yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB