PT Pos Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa kurir, logistik, dan transaksi keuangan. Bisnis di bidang jasa kurir dan logistik adalah salah satu bisnis yang memiliki prospek bagus di tahun 2017. Pertumbuhan layanan kurir dan logistik pada tahun 2017 sekitar 14% -15% dan memiliki total nilai pasar industri ini telah mencapai 50 triliun rupiah. Selain itu, dari aspek geografis di Indonesia yang memiliki banyak pulau dan bisnis ini pun didukung oleh pertumbuhan e-commerce di Indonesia yang diprediksi mencapai 25 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 295 triliun. Namun di sisi lain PT Pos Indonesia mengalami tren penurunan dalam kinerja bisnisnya khususnya dalam produksi parcel selama lima tahun dari 31.439 ribu koli pada tahun 2012 menjadi 4.185 ribu koli pada tahun 2016. Untuk mencegah menurunnya penjualan, PT Pos Indonesia telah menciptakan strategi baru melalui O-Ranger untuk memodernisasi proses layanan, terutama dalam bisnis surat dan parcel. O-ranger adalah tim yang dibentuk oleh Pos Indonesia untuk melakukan layanan gratis jemput antar paket untuk pelanggan.
Masalah yang dihadapi PT Pos Indonesia untuk memperkenalkan O-Ranger yaitu PT. Pos Indonesia telah lama tidak melakukan kegiatan pemasaran produk dan peluncuran layanan atau inovasi baru, terutama di divisi surat dan parsel kepada public disamping itu adanya persepsi buruk masyarakat terhadap PT. Pos Indonesia dalam hal citra merek dan kualitas jasa. Faktor-faktor tersebut membuat konsumen lebih sulit menerima akan adanya layanan / inovasi baru dari PT. Pos Indonesia dan. Sehingga membuat adanya tantangan bagi PT. Pos Indonesia untuk menerapkan layanan baru O-Ranger guna meningkatkan kesadaran merek pada tahap awal.
Analisa situasi bisnis akan dilakukan melalui analisis eksternal (PESTLE), analisis internal, analisis pesaing, dan analisis konsumen (Motivasi, Kinerja, Penting, Niat) yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. SWOT dapat dihasilkan dari situasi bisnis analisis. Dan juga, akar penyebab masalah dapat ditemukan dari situasi bisnis analisis. Temuan dari akar penyebab masalah dapat membantu PT. Pos Indonesia untuk menentukan solusi bisnis yang tepat melalui strategi pemasaran untuk O-Ranger untuk meningkatkan kesadaran merek.
Dari hasil analisa, terdapat beberapa solusi yang dapat diusulkan untuk menjawab akar penyebab masalah yang dihadapi oleh O-Ranger, seperti melakukan komunikasi pemasaran, memberikan pelatihan, membuat prosedur operasi standar, mengoptimalkan fungsi kinerja distribusi, dan menentukan STP O-Ranger. Strategi pemasaran yang diusulkan akan diimplementasikan melalui rencana implementasi selama 6 bulan.
Perpustakaan Digital ITB