digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Muhamad Alfiya Ilfa
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pemetaan bawah permukaan menunjukkan bahwa bagian selatan Graben Bengkalis memiliki variasi arah pola struktur yang tidak paralel terhadap zona subduksi regional Sumatra, yaitu barat laut–tenggara. Melalui integrasi palinspastik dan pemodelan analog sandbox, penelitian ini bertujuan memahami faktor anisotropi struktural, peran struktur utama pada batuan dasar yang telah ada sebelumnya (pre-existing structures), dan sesar mendatar menganan dalam mengontrol pembentukan graben. Metode rekonstruksi palinspastik dan pemodelan analog sandbox digunakan untuk mensimulasikan mekanisme pembentukan, perkembangan struktur, serta sejarah kinematika cekungan pada skala yang lebih detail. Konfigurasi model dikembangkan berdasarkan interpretasi struktural dan rekonstruksi palinspastik dari tiga penampang seismik bawah permukaan. Eksperimen ini menggunakan model analog berupa mosaik batuan dasar yang merepresentasikan struktur Pra-Tersier Sumatra, yang diberi gaya gerak dekstral dinding melalui mekanisme simple shear untuk mensimulasikan pergerakan sepanjang Zona Sesar Besar Sumatra. Hasil rekonstruksi palinspastik menunjukkan bahwa sistem konvergensi miring menghasilkan respons mekanis yang dinamis. Kala Eosen Tengah hingga Oligosen Akhir (45–25 Ma) didominasi kinematika ekstensional dengan regangan pemanjangan +0,06% hingga +1,83%. Kala Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah (25–15 Ma) menunjukkan nilai regangan yang sangat rendah, mengindikasikan kondisi tektonik yang stabil. Sementara itu, sejak Miosen Tengah (? 15 Ma) didominasi oleh kinematika kontraksional dengan regangan pemendekan -7,24% hingga -17,81%. Eksperimen sandbox membuktikan bahwa mekanisme ekstensional utamanya dikontrol oleh pergerakan sesar mendatar menganan dan pre-existing structures, deformasi tidak lagi dikontrol oleh kohesi atau kekuatan batuan, melainkan oleh ketahanan geser (frictional resistance) dari rekahan-rekahan berorientasi yang sudah ada. Struktur tersebut bertindak sebagai diskontinuitas mekanis yang mengendalikan lokasi serta distribusi regangan.