digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kesenjangan antara luaran pendidikan tinggi dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan di Indonesia, ditunjukkan oleh tingkat pengangguran lulusan perguruan tinggi sebesar 4,8% (BPS, 2025). Meskipun kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mewajibkan program magang, berbagai kendala operasional dalam pengelolaan kemitraan perguruan tinggi–industri menghambat implementasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses operasional internal, efektivitas komunikasi eksternal, serta persepsi mitra perusahaan terhadap pengelolaan kemitraan di Career Development Center (CDC). Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode campuran (mixed methods), yang mengombinasikan analisis dokumen internal, template MoU, log komunikasi, dan laporan kemitraan dengan survei terhadap enam staf CDC dan 22 mitra perusahaan. Analisis dilakukan melalui process mapping, evaluasi indikator kinerja utama (KPI), serta analisis akar penyebab menggunakan Fishbone dan 5 Whys. Hasil penelitian menunjukkan tiga bottleneck utama, yaitu rendahnya konversi dari kesepakatan verbal ke penandatanganan MoU (45%), proses serah terima antardivisi yang belum terstandarisasi, serta penjadwalan yang masih dilakukan secara manual. Tingkat konversi keseluruhan dari kontak awal hingga penandatanganan MoU hanya mencapai 14,5%. Selain itu, 59,1% mitra hanya menerima pembaruan informasi ketika diminta, 86,4% menilai penyelesaian masalah berlangsung lambat, dan seluruh mitra memilih jawaban "Mungkin" terkait perpanjangan kerja sama, yang menunjukkan adanya risiko retensi mitra. Penelitian merekomendasikan standardisasi proses pasca-kesepakatan, penyusunan protokol komunikasi dan serah terima pekerjaan, peningkatan kualitas mahasiswa melalui persiapan dan penyaringan sebelum penempatan, penerapan indikator kinerja yang berorientasi pada mitra, serta penyusunan Partner Retention Action Plan. Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, kepuasan mitra, dan keberlanjutan kemitraan, serta memberikan kontribusi bagi pengelolaan kemitraan perguruan tinggi–industri di Indonesia. Kata Kunci: kemitraan universitas-industri, manajemen magang, analisis operasional, manajemen proses bisnis, kepuasan mitra, pendidikan tinggi, Career Development Center, MBKM