Tingginya minat masyarakat terhadap dompet digital mengakibatkan munculnya perusahaanperusahaan
dompet digital baru, membuat persaingan antar penyedia dompet digital semakin
ketat. Alhasil, tak heran jika “perang promosi” berupa diskon langsung, cashback, atau poin
loyalitas pelanggan menjadi salah satu strategi umum yang menjadi daya tarik layanan ini.
Namun, meskipun menarik, karena tidak adanya ikatan yang kuat antara merek dan pelanggan,
persaingan berbasis promosi harga rentan terhadap perilaku peralihan pelanggan. Selain itu, ada
beberapa kendala untuk membangun loyalitas dalam konteks dompet digital. Selain strategi
"perang promosi", sebagian besar pengguna dompet digital adalah Milenial, yang dikenal
memiliki loyalitas rendah, juga turut berkontribusi pada masalah loyalitas dompet digital. Bukti
lapangan bahkan menunjukkan adanya kecenderungan pengguna e-wallet untuk menggunakan
lebih dari satu layanan, membuat kemungkinan membentuk loyalitas tunggal dalam satu e-wallet
cukup sulit, sedangkan membentuk loyalitas multi-merek menjadi lebih umum.
Dengan meningkatnya popularitas dompet digital, masalah loyalitas multi-merek telah muncul
sebagai topik penting yang harus dieksplorasi lebih lanjut. Namun, penelitian sebelumnya dan
baru-baru ini terkait dompet digital belum mengeksplorasi loyalitas multi-merek. Di sisi lain,
pembahasan loyalitas multi-merek belum dilakukan di dompet digital dan hanya dibahas di sektor
tertentu seperti FMCG, Pariwisata, atau layanan telepon. Studi sebelumnya terkait loyalitas
multi-merek memang membawa wawasan baru tentang masalah ini; namun demikian, temuan
penelitian sebelumnya juga menggarisbawahi bahwa setiap temuan pada penelitian loyalitas
multi-merek akan berbeda, tergantung pada sektor yang dibahas. Berdasarkan celah penelitian
dan isu yang muncul saat ini, penelitian ini ingin mengungkap apakah pengguna e-wallet Milenial
memiliki loyalitas multi-merek terhadap layanan e-wallet yang mereka gunakan dan faktor apa
yang paling berpengaruh dalam penggunaan multi-merek. Dengan mengadaptasi teori S-O-R,
penelitian ini mempertimbangkan beberapa faktor eksternal yang akan menjadi stimulus
pengguna, yaitu Manfaat Finansial, Tekanan Sosial, Advokasi Merek dari Pengguna Lain, dan
Eksternalitas Jaringan, yang akan memengaruhi sikap dan komitmen pengguna. Pada akhirnya,
model penelitian ingin menguji perilaku pengguna akhir dalam loyalitas multi-merek.
Penelitian ini memperoleh data melalui survei yang melibatkan 467 responden kemudian
dianalisis menggunakan PLS-SEM. Setelah data yang diperoleh diolah, ditemukan bahwa semua
stimulus memiliki hubungan positif dengan sikap dan komitmen pengguna. Secara rinci, tekanan
sosial memiliki hubungan positif dengan komitmen afektif, manfaat finansial, dan eksternalitas
jaringan memiliki hubungan positif dengan komitmen kalkulatif, sedangkan advokasi merek dari
pengguna lain memiliki hubungan positif baik dengan komitmen kalkulatif maupun afektif
pengguna. Namun, dalam respon perilaku pengguna berupa loyalitas multi-merek, penelitian ini
mengungkapkan bagaimana komitmen kalkulatif menjadi satu-satunya keadaan internal
pengguna yang memiliki hubungan positif. Sebaliknya, komitmen afektif dan sikap pengguna tidak
memiliki hubungan positif dengan loyalitas multi-merek.
Perpustakaan Digital ITB