digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Industri semen merupakan salah satu sektor yang berkontribusi terhadap emisi CO2 global, sehingga pemanfaatan Refuse-Derived Fuel (RDF) menjadi salah satu strategi untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Namun, peningkatan substitusi bahan bakar dapat memengaruhi kategori dampak lingkungan lainnya. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi dan membandingkan dampak lingkungan produksi semen PT X dan PT Y, memodelkan peningkatan pemanfaatan RDF pada PT Y hingga Thermal Substitution Rate (TSR) sebesar 13%, serta mengidentifikasi unit proses yang menjadi hotspot. Life Cycle Assessment (LCA) cradle-to-gate berdasarkan ISO 14040/14044 dilakukan dengan unit fungsional 1 ton semen menggunakan openLCA, basis data referensi turunan ecoinvent, dan metode ReCiPe 2016 Midpoint (H). Tiga skenario dianalisis, yaitu PT X Baseline (TSR 12,95%), PT Y Baseline (TSR 3,18%), dan PT Y Skenario C (TSR 13%). Hasil menunjukkan nilai Global Warming sebesar 782,23; 719,73; dan 701,38 kg CO2- eq/ton semen untuk masing-masing skenario. Peningkatan RDF pada PT Y menurunkan Global Warming sebesar 2,55%, Fossil Resource Scarcity 7,36%, Fine Particulate Matter Formation 2,31%, Terrestrial Acidification 2,69%, Human Non-Carcinogenic Toxicity 6,53%, dan Terrestrial Ecotoxicity 2,35%, sehingga tidak teridentifikasi adanya burden shifting antar kategori dampak pada skenario yang dimodelkan. Analisis hotspot menunjukkan Kiln and Cooler dominan pada Global Warming, Fine Particulate Matter Formation, dan Terrestrial Acidification, sedangkan Coal Mill dominan pada Fossil Resource Scarcity dan Human Non- Carcinogenic Toxicity. Analisis sensitivitas menunjukkan clinker factor sebagai parameter paling berpengaruh, sedangkan simulasi Monte Carlo menunjukkan ketidakpastian relatif yang rendah (CV 2,24–8,15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan pemanfaatan RDF berpotensi mendukung dekarbonisasi industri semen, tetapi perlu diintegrasikan dengan penurunan clinker factor dan peningkatan kualitas RDF.