digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Saat ini pengobatan gigitan ular berbisa menggunakan antibisa ular (antivenom) yang berasal dari antibodi immunoglobulin-G (IgG) di dalam serum darah mamalia, memiliki beberapa kelemahan, salah satunya terkait kesejahteraan hewan. Karena dilakukannya pengambilan darah secara rutin, hal tersebut dianggap melanggar hak-hak hewan. Salah satu alternatif antibodi antibisa ular yaitu produksi antibisa ular berbasis Imunoglubulin-Y (IgY). Dibandingkan dengan produksi antivenom berbasis serum darah, antivenom berbasis IgY memiliki beberapa keuntungan, diantaranya faktor etika yang diyakini lebih baik dibandingkan antivenom berbasis serum darah, kemudahan dalam pemeliharaan dan penanganan unggas terutama dari segi biaya, serta produksi antibodi yang dihasilkan lebih banyak. Namun belum banyak diketahui efikasi IgY di dalam tubuh. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini dimaksudkan untuk memperlajari kinetika distribusi dan eliminasi Immunoglobulin-Y (IgY) pada sistem peredaran darah. IgY yang diisolasi sesuai dengan metode Pauly (2011) disuntikan kedalam Vena Marginal telinga dextra (kanan) kelinci. Kemudian darah diambil melalui Arteri sentral telinga sinistra (kiri) kelinci secara berkala. Selanjutnya kandungan IgY yang terdapat dalam sampel serum darah dianalisa menggunakan direct ELISA. Hasil menunjukkan bahwa pada penyuntikan pertama, kandungan IgY dalam serum darah meningkat dengan sangat cepat dimulai pada menit ke-10 dan mencapai keadaan steady state pada jam ke-2 yang menunjukkan bahwa IgY dapat terdistribusi didalam darah dengan cepat dengan laju sebesar 6,11/jam. Pengamatan selanjutnya menunjukkan bahwa IgY tereliminasi secara perlahan dari peredaran darah akibat kerusakan IgY secara natural dan sistem imun kelinci setelah 24 jam. IgY tidak terdeteksi pada jam ke 168 pada (penyuntikan 1), pada jam ke 144 (penyuntikan ke2), dan pada jam ke 120 (penyuntikan 3). Laju eliminasi IgY pada penyuntikan 1 sebesar 0,23/jam, penyuntikan 2 sebesar 0.16/jam, dan penyuntikan 3 sebesar 0.23/jam. Berdasarkan uji paired t-test tidak menunjukan hasil yang signifikan (p>0.05), sehingga laju eliminasi ketiganya tidak memilki perbedaan setelah jam ke-24. Hasil juga membuktikan bahwa pada menit ke-10 IgY sudah dapat terdeteksi pada pembuluh darah Vena Saphena pada kaki hewan uji.