Saat ini pengobatan gigitan ular berbisa menggunakan antibisa ular (antivenom)
yang berasal dari antibodi immunoglobulin-G (IgG) di dalam serum darah
mamalia, memiliki beberapa kelemahan, salah satunya terkait kesejahteraan
hewan. Karena dilakukannya pengambilan darah secara rutin, hal tersebut
dianggap melanggar hak-hak hewan. Salah satu alternatif antibodi antibisa ular
yaitu produksi antibisa ular berbasis Imunoglubulin-Y (IgY). Dibandingkan
dengan produksi antivenom berbasis serum darah, antivenom berbasis IgY
memiliki beberapa keuntungan, diantaranya faktor etika yang diyakini lebih baik
dibandingkan antivenom berbasis serum darah, kemudahan dalam pemeliharaan
dan penanganan unggas terutama dari segi biaya, serta produksi antibodi yang
dihasilkan lebih banyak. Namun belum banyak diketahui efikasi IgY di dalam
tubuh. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini dimaksudkan untuk
memperlajari kinetika distribusi dan eliminasi Immunoglobulin-Y (IgY) pada
sistem peredaran darah. IgY yang diisolasi sesuai dengan metode Pauly (2011)
disuntikan kedalam Vena Marginal telinga dextra (kanan) kelinci. Kemudian
darah diambil melalui Arteri sentral telinga sinistra (kiri) kelinci secara berkala.
Selanjutnya kandungan IgY yang terdapat dalam sampel serum darah dianalisa
menggunakan direct ELISA. Hasil menunjukkan bahwa pada penyuntikan
pertama, kandungan IgY dalam serum darah meningkat dengan sangat cepat
dimulai pada menit ke-10 dan mencapai keadaan steady state pada jam ke-2 yang
menunjukkan bahwa IgY dapat terdistribusi didalam darah dengan cepat dengan
laju sebesar 6,11/jam. Pengamatan selanjutnya menunjukkan bahwa IgY
tereliminasi secara perlahan dari peredaran darah akibat kerusakan IgY secara
natural dan sistem imun kelinci setelah 24 jam. IgY tidak terdeteksi pada jam ke
168 pada (penyuntikan 1), pada jam ke 144 (penyuntikan ke2), dan pada jam ke
120 (penyuntikan 3). Laju eliminasi IgY pada penyuntikan 1 sebesar 0,23/jam,
penyuntikan 2 sebesar 0.16/jam, dan penyuntikan 3 sebesar 0.23/jam. Berdasarkan
uji paired t-test tidak menunjukan hasil yang signifikan (p>0.05), sehingga laju
eliminasi ketiganya tidak memilki perbedaan setelah jam ke-24. Hasil juga
membuktikan bahwa pada menit ke-10 IgY sudah dapat terdeteksi pada pembuluh
darah Vena Saphena pada kaki hewan uji.
Perpustakaan Digital ITB