Penelitian ini mengkaji apakah kinerja lingkungan berkontribusi terhadap kinerja
perusahaan serta apakah efisiensi operasional, yang diukur menggunakan Total Asset
Turnover Ratio (TATR), berpotensi berperan sebagai jalur mediasi. Kinerja perusahaan
diukur menggunakan Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan logaritma
natural Tobin’s Q. Penelitian ini menggunakan model regresi data panel random
effects yang terdiri dari 75 observasi perusahaan-tahun dari 15 perusahaan tercatat non-
keuangan terbesar di Indonesia, Malaysia, dan Thailand selama periode 2020–2024. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Environmental score tidak memiliki hubungan yang
signifikan dengan TATR. Kinerja lingkungan juga tidak menunjukkan hubungan yang
konsisten dan signifikan dengan ROA maupun Tobin’s Q, meskipun terdapat hubungan
negative dengan ROE setelah mengontrol TATR. Secara keseluruhan, hasil empiris
menunjukkan bahwa kinerja lingkungan yang lebih baik tidak serta-merta meningkatkan
efisiensi operasional, profitabilitas, maupun nilai pasar pada perusahaan sampel, dan
manfaat dari inisiatif lingkungan juga mungkin memerlukan waktu untuk terwujud dan
dapat bergantung pada implementasi serta kondisi spesifik masing-masing perusahaan.
Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan jangka waktu dan kondisi
spesifik perusahaan dalam memahami bagaimana inisiatif lingkungan dapat menciptakan
nilai finansial di pasar berkembang ASEAN.
Kata kunci: Kinerja Lingkungan, Kinerja Perusahaan, Efisiensi Operasional, Random
Effects, Pasar Berkembang.
Perpustakaan Digital ITB