digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Yemima Indani Arihta
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Bambu tali (Gigantochloa apus) merupakan material lignoselulosa yang melimpah di Indonesia dan berpotensi sebagai bahan baku Laminated Veneer Bamboo (LVB) untuk mendukung pengembangan material struktural ramah lingkungan. Perbedaan struktur anatomi pada bagian luar, tengah, dan dalam dinding bambu menyebabkan variasi distribusi serat dan vascular bundle yang memengaruhi karakteristik fisis dan mekanis produk LVB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi strip bambu terhadap karakteristik sifat fisis dan mekanis LVB, serta menentukan tipe strip yang menghasilkan performa terbaik berdasarkan persyaratan sifat mekanis material lantai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan berupa tipe strip bambu yang terdiri atas strip bagian dalam, tengah, dan luar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Tukey pada taraf 5% apabila menunjukkan perbedaan nyata. Kemudian diinterpretasikan menggunakan pendekatan visualisasi multidimensi berbasis bubble chart, radar/spider chart, dan heatmap desirability index untuk mengevaluasi hubungan antar parameter secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strip bambu berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diuji. Strip bagian luar memiliki kerapatan tertinggi dan porositas terendah dibandingkan bagian tengah dan dalam. Seluruh produk LVB memiliki kadar air yang memenuhi standar SNI 01-5008.2-2000 serta tidak mengalami delaminasi yang menunjukkan kualitas perekatan yang baik. Selain itu, LVB berbahan strip bagian luar menghasilkan daya serap air dan pengembangan tebal terendah, serta memiliki nilai Modulus of Elasticity (MOE), Modulus of Rupture (MOR), dan keteguhan rekat tertinggi. Berdasarkan klasifikasi PKKI 1961, LVB strip luar termasuk ke dalam kayu kelas kuat II dan memenuhi persyaratan sifat mekanis material lantai berdasarkan standar ISO 21629-1:2021. Dengan demikian, strip bagian luar bambu tali merupakan konfigurasi paling optimal dalam menghasilkan LVB dengan performa fisis dan mekanis terbaik.