digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi struktur pori batuan tight shale menggunakan pendekatan Digital Rock Physics (DRP) berbasis analisis korelatif dari citra 3D multi-skala. Dua teknik pencitraan digunakan, yaitu X-Ray Microscopy (XRM) dan Focused Ion Beam-Scanning Electron Microscopy (FIBSEM), untuk merepresentasikan struktur internal batuan dari skala mikrometer hingga nanometer. Sampel tight shale dipreparasi dalam bentuk core plug dan mini Plug untuk analisis XRM (ukuran piksel 26,4 µm hingga 300 nm) serta mini Plug untuk FIB-SEM (ukuran piksel 25 nm). Akuisisi citra menghasilkan himpunan data 2D yang direkonstruksi secara digital menjadi dataset citra volumetrik 3D menggunakan perangkat lunak GeoDict dan CTAn. Tahap rekonstruksi mencakup penyesuaian citra dan koreksi artefak hingga menghasilkan cigtra grayscale. Proses segmentasi fase pori-solid dilakukan untuk analisis mikrostruktur sampel, mencakup beberapa parameter pertrofisika seperti porositas, distribusi ukuran pori, specific surface area, tortuositas, hingga permeabilitas. Hasil menunjukkan bahwa integrasi analisis citra multi-skala yang dilakukan memberikan gambaran struktur pori yang lebih lengkap: XRM unggul dalam mendeteksi pori dan struktur makromikro (pada ketelitian puluhan hingga ribuan mikrometer), sementara pemanfaatan tipe XRM:nano-CT dan FIB-SEM mampu mengungkap detail pori skala nanometer yang lebih representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi resolusi citra, porositas meningkat dan permeabilitas menjadi lebih rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa konektivitas dikontrol oleh kompleksitas jalur pori. Analisis korelatif menegaskan pentingnya pendekatan multi-skala dan analisis terintegrasi dalam memahami sifat fisis batuan tight shale. Pendekatan ini membuktikan bahwa kombinasi teknik pencitraan resolusi tinggi dapat memberikan gambaran lebih akurat tentang kompleksitas pori batuan tidak konvensional, mendukung pengembangan reservoir hidrokarbon secara lebih efektif.