Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi struktur pori batuan tight shale
menggunakan pendekatan Digital Rock Physics (DRP) berbasis analisis korelatif
dari citra 3D multi-skala. Dua teknik pencitraan digunakan, yaitu X-Ray
Microscopy (XRM) dan Focused Ion Beam-Scanning Electron Microscopy (FIBSEM), untuk merepresentasikan struktur internal batuan dari skala mikrometer
hingga nanometer. Sampel tight shale dipreparasi dalam bentuk core plug dan mini
Plug untuk analisis XRM (ukuran piksel 26,4 µm hingga 300 nm) serta mini Plug
untuk FIB-SEM (ukuran piksel 25 nm). Akuisisi citra menghasilkan himpunan data
2D yang direkonstruksi secara digital menjadi dataset citra volumetrik 3D
menggunakan perangkat lunak GeoDict dan CTAn. Tahap rekonstruksi mencakup
penyesuaian citra dan koreksi artefak hingga menghasilkan cigtra grayscale. Proses
segmentasi fase pori-solid dilakukan untuk analisis mikrostruktur sampel,
mencakup beberapa parameter pertrofisika seperti porositas, distribusi ukuran pori,
specific surface area, tortuositas, hingga permeabilitas. Hasil menunjukkan bahwa
integrasi analisis citra multi-skala yang dilakukan memberikan gambaran struktur
pori yang lebih lengkap: XRM unggul dalam mendeteksi pori dan struktur makromikro (pada ketelitian puluhan hingga ribuan mikrometer), sementara pemanfaatan
tipe XRM:nano-CT dan FIB-SEM mampu mengungkap detail pori skala nanometer
yang lebih representatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi resolusi
citra, porositas meningkat dan permeabilitas menjadi lebih rendah. Hal ini
mengindikasikan bahwa konektivitas dikontrol oleh kompleksitas jalur pori.
Analisis korelatif menegaskan pentingnya pendekatan multi-skala dan analisis
terintegrasi dalam memahami sifat fisis batuan tight shale. Pendekatan ini
membuktikan bahwa kombinasi teknik pencitraan resolusi tinggi dapat memberikan
gambaran lebih akurat tentang kompleksitas pori batuan tidak konvensional,
mendukung pengembangan reservoir hidrokarbon secara lebih efektif.
Perpustakaan Digital ITB