ABSTRAK Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Austin Elwi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Koridor Jalan L.L.R.E. Martadinata merupakan salah satu koridor bersejarah di
Kota Bandung yang mengalami perubahan fungsi dan bentuk fisik secara
bertahap. Kawasan ini pada masa awal berkembang sebagai lingkungan hunian
kolonial di Bandung Utara, kemudian berubah menjadi koridor perdagangan, jasa,
kuliner, wisata belanja, dan aktivitas konsumsi perkotaan. Perubahan tersebut
terlihat dari berkurangnya fungsi hunian, meningkatnya fungsi komersial,
pemanfaatan kembali bangunan lama, perubahan fasad, penyesuaian ruang depan,
serta perubahan karakter visual kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis periodisasi dan tipologi transformasi fisik pada koridor Jalan
L.L.R.E. Martadinata serta menjelaskan keterkaitannya dengan dinamika
komersialisasi dan gejala gentrifikasi komersial. Metode yang digunakan adalah
pendekatan campuran melalui analisis spasial-temporal, analisis perubahan fungsi
bangunan, observasi lapangan, interpretasi Google Street View, studi dokumen,
serta wawancara. Data penelitian meliputi peta fungsi bangunan tahun 2014,
2019, 2020, dan 2026, data hak bangunan dari Bhumi ATR/BPN, dokumen tata
ruang, dokumen cagar budaya, dokumentasi visual, dan hasil wawancara. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa transformasi Jalan L.L.R.E. Martadinata
berlangsung melalui fase hunian kolonial, perubahan menuju fungsi jasa dan
pemerintahan, penguatan factory outlet dan wisata belanja, diversifikasi hotel dan
kuliner, serta komersialisasi kontemporer berbasis kafe, retail, dan ruang
konsumsi gaya hidup. Pada periode 2014–2019, rumah tinggal menurun dari 45
menjadi 42 bangunan, sedangkan kafe meningkat dari 19 menjadi 31 bangunan.
Pada periode 2020–2026, rumah tinggal menurun dari 40 menjadi 30 bangunan,
sementara kafe meningkat dari 35 menjadi 58 bangunan. Temuan ini
menunjukkan bahwa fungsi hunian semakin melemah dan fungsi konsumsi
semakin dominan. Gejala gentrifikasi komersial pada koridor ini tidak hanya
berlangsung melalui jual-beli lahan, tetapi juga melalui sewa, kerja sama
pemanfaatan, dan perubahan pengguna bangunan. Dengan demikian, transformasi
Jalan L.L.R.E. Martadinata merupakan proses perubahan kawasan yang
melibatkan sejarah kawasan, kebijakan tata ruang, nilai ekonomi lahan, perubahan
fungsi bangunan, dan tekanan komersialisasi terhadap karakter kawasan lama.
Perpustakaan Digital ITB