Kegiatan penambangan terbuka menyebabkan perubahan morfologi, sistem
drainase, serta kondisi hidrogeologi yang dapat menghasilkan void pada akhir umur
tambang. Setelah kegiatan dewatering dihentikan, void akan terisi secara bertahap
oleh air permukaan dan air tanah hingga berkembang menjadi pit lake. Proses
pengisian tersebut bersifat dinamis karena peningkatan volume dan elevasi muka
air akan mengubah luas genangan serta hubungan hidraulik antara void dan akuifer
di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan neraca air,
menganalisis dinamika pengisian, serta menentukan durasi impounding Void
Central pada tambang terbuka batubara, Kabupaten Murung Raya. Analisis
dilakukan dengan mengintegrasikan pemodelan hidrologi dan hidrogeologi.
Kondisi hidrologi masa depan direpresentasikan menggunakan proyeksi iklim
CMIP6 skenario SSP5-8.5 dari NEX-GDDP-CMIP6 yang telah melalui koreksi
bias. Curah hujan dan evapotranspirasi digunakan untuk mengestimasi limpasan
daerah tangkapan menggunakan model NRECA. Sistem air tanah dimodelkan
menggunakan MODFLOW 6/FloPy melalui kalibrasi kondisi eksisting steadystate,
simulasi transient selama periode penambangan, serta simulasi pascatambang
yang mempertimbangkan perubahan elevasi muka air void. Seluruh komponen
kemudian diintegrasikan dalam neraca air berdasarkan hubungan elevasi-luasvolume
Void Central. Pemodelan air tanah menunjukkan bahwa groundwater
inflow menurun dari rata-rata 49,60 L/s pada 2040 menjadi 0,59 L/s pada 2045
iii
akibat berkurangnya gradien hidraulik antara akuifer dan muka air void selama
proses pengisian. Hasil analisis neraca air menunjukkan bahwa surface runoff
merupakan komponen dominan dengan kontribusi sebesar 83,26-88,75%, diikuti
direct rainfall sebesar 7,11-22,68% dan groundwater inflow sebesar 2,60-6,68%,
sedangkan evapotranspirasi memberikan kehilangan sebesar 2,54-7,52%. Seiring
pengisian, peningkatan luas genangan menyebabkan kontribusi direct rainfall dan
evapotranspirasi semakin besar, sementara kontribusi air tanah menurun akibat
peningkatan tekanan balik hidraulik. Volume tampungan meningkat dari sekitar
23,5 juta m³ pada 2040 menjadi 148,5 juta m³ pada akhir 2045. Void Central
mencapai elevasi muka air maksimum sekitar +250 m, sehingga proses impounding
sejak penghentian dewatering membutuhkan waktu sekitar enam tahun. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dinamika pengisian void perlu dianalisis dengan
mempertimbangkan perubahan interaksi air permukaan-air tanah terhadap waktu,
karena komponen neraca air tidak bersifat konstan selama pembentukan pit lake.
Perpustakaan Digital ITB