digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kegiatan penambangan terbuka menyebabkan perubahan morfologi, sistem drainase, serta kondisi hidrogeologi yang dapat menghasilkan void pada akhir umur tambang. Setelah kegiatan dewatering dihentikan, void akan terisi secara bertahap oleh air permukaan dan air tanah hingga berkembang menjadi pit lake. Proses pengisian tersebut bersifat dinamis karena peningkatan volume dan elevasi muka air akan mengubah luas genangan serta hubungan hidraulik antara void dan akuifer di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan neraca air, menganalisis dinamika pengisian, serta menentukan durasi impounding Void Central pada tambang terbuka batubara, Kabupaten Murung Raya. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan pemodelan hidrologi dan hidrogeologi. Kondisi hidrologi masa depan direpresentasikan menggunakan proyeksi iklim CMIP6 skenario SSP5-8.5 dari NEX-GDDP-CMIP6 yang telah melalui koreksi bias. Curah hujan dan evapotranspirasi digunakan untuk mengestimasi limpasan daerah tangkapan menggunakan model NRECA. Sistem air tanah dimodelkan menggunakan MODFLOW 6/FloPy melalui kalibrasi kondisi eksisting steadystate, simulasi transient selama periode penambangan, serta simulasi pascatambang yang mempertimbangkan perubahan elevasi muka air void. Seluruh komponen kemudian diintegrasikan dalam neraca air berdasarkan hubungan elevasi-luasvolume Void Central. Pemodelan air tanah menunjukkan bahwa groundwater inflow menurun dari rata-rata 49,60 L/s pada 2040 menjadi 0,59 L/s pada 2045 iii akibat berkurangnya gradien hidraulik antara akuifer dan muka air void selama proses pengisian. Hasil analisis neraca air menunjukkan bahwa surface runoff merupakan komponen dominan dengan kontribusi sebesar 83,26-88,75%, diikuti direct rainfall sebesar 7,11-22,68% dan groundwater inflow sebesar 2,60-6,68%, sedangkan evapotranspirasi memberikan kehilangan sebesar 2,54-7,52%. Seiring pengisian, peningkatan luas genangan menyebabkan kontribusi direct rainfall dan evapotranspirasi semakin besar, sementara kontribusi air tanah menurun akibat peningkatan tekanan balik hidraulik. Volume tampungan meningkat dari sekitar 23,5 juta m³ pada 2040 menjadi 148,5 juta m³ pada akhir 2045. Void Central mencapai elevasi muka air maksimum sekitar +250 m, sehingga proses impounding sejak penghentian dewatering membutuhkan waktu sekitar enam tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika pengisian void perlu dianalisis dengan mempertimbangkan perubahan interaksi air permukaan-air tanah terhadap waktu, karena komponen neraca air tidak bersifat konstan selama pembentukan pit lake.