digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Faizunisa Thahir
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Kegiatan penambangan batu bara terbuka menyebabkan perubahan topografi dan daerah tangkapan air yang memengaruhi besarnya inflow serta kebutuhan sistem dewatering. Perkembangan pit juga meningkatkan kebutuhan head pemompaan sehingga pengoperasian pompa perlu disesuaikan dengan perubahan kondisi hidrologi, hidrogeologi, dan kapasitas tampungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik inflow air permukaan dan air tanah, mengevaluasi kemampuan sump dan sediment pond, serta menentukan strategi operasional pompa yang optimal pada setiap tahap perkembangan tambang. Surface inflow dianalisis menggunakan metode NRECA, sedangkan groundwater inflow diperoleh melalui pemodelan numerik MODFLOW 6 dalam kondisi transient. Sedimentasi dianalisis menggunakan metode USLE dan diperhitungkan sebagai dead storage. Optimalisasi operasi pompa dilakukan menggunakan Nonlinear Programming berdasarkan storage ratio, kebutuhan energi, sisa volume, dan switching. Hasil analisis menunjukkan bahwa total volume inflow selama FP2032 hingga 3 FP2037–2038 berkisar antara 8.95–15.05 juta m³/tahun dan semakin didominasi oleh air permukaan. Konfigurasi terpilih menggunakan pompa XH200-PR berkapasitas 828 m³/jam dan head 208 m, dengan enam line paralel dan dua pompa seri pada setiap line. Maksimum storage ratio pada seluruh tahap berada pada kisaran 0.66–0.79. Pada FP2032, optimalisasi menurunkan kebutuhan energi dari 40.03 menjadi 13.33 GWh/tahun dan total biaya tahunan dari Rp41.61 miliar menjadi Rp14.91 miliar, atau berkurang sekitar 64.2%. Kondisi paling kritis terjadi pada FP2037–2038 dengan TDH sebesar 398.81 m. Kapasitas sediment pond sebesar 1,158,066 m³ masih mencukupi, meskipun pengendapan partikel 5 ?m menjadi kondisi yang paling kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian pompa berbasis storage ratio dapat meningkatkan pemanfaatan kapasitas sump serta menurunkan kebutuhan energi dan biaya tanpa melampaui batas aman tampungan.