Tsunami dapat dikatakan sebagai salah satu bencana pesisir yang paling merusak, terutama di
Indonesia yang terletak pada zona sepanjang jalur subduksi aktif. Kota Denpasar, Bali, merupakan
salah satu wilayah yang rentan terhadap dampak tsunami karena letaknya yang dekat dengan sumber
gempa megathrust di sekitamya. Salah satu bentuk mitigasi berbasis alam adalah mangrove, yang
memiliki peran penting sebagai pelindung alami untuk meredam energi gelombang sebelum mencapai
daratan. Meski demikian, sejauh mana mangrove mampu mengurangi dampak tsunami pada berbagai
magnitudo gempa dan kondisi vegetasi masih perlu dikaji lebih lanjut, khususnya untuk wilayah
pesisir Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mangrove sebagai salah
satu upaya mitigasi tsunami dengan mempertimbangkan variasi magnitudo gempa, kerapatan vegetasi,
dan lebar sabuk mangrove. Simulasi numerik dilakukan menggunakan model TUNAMI-N2 yang berbasis
nonlinier shallow water equation untuk memodelkan propagasi tsunami dan genangan di wilayah
pesisir. Dalam pemodelan ini, pengaruh kerapatan mangrove direpresentasikan melalui perubahan
spasial pada koefisien kekasaran Manning dan koefisien hambatan (drag coefficient), sementara
variasi lebar sabuk mangrove dilakukan untuk melihat pengaruh konfigurasi spasial vegetasi terhadap
reduksi dampak tsunami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan mangrove dapat mengurangi
kedalaman dan luas genangan tsunami. Efektivitas reduksi ini cenderung meningkat pada kondisi
vegetasi yang lebih rapat dan sabuk mangrove yang lebih lebar. Namun, pada skenario tsunami yang
lebih ekstrem, kemampuan mangrove dalam mereduksi dampak menjadi lebih terbatas akibat energi
gelombang dan momentum aliran yang melampaui kapasitas vegetasi. Temuan ini menunjukkan bahwa
mangrove memiliki potensi penting sebagai solusi berbasis alam untuk mitigasi tsunami, namun
konfigurasi hutan mangrove perlu dioptimalkan dan penerapannya perlu diintegrasikan dengan strategi
mitigasi lain di wilayah pesisir yang rentan.
Perpustakaan Digital ITB