digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tsunami dapat dikatakan sebagai salah satu bencana pesisir yang paling merusak, terutama di Indonesia yang terletak pada zona sepanjang jalur subduksi aktif. Kota Denpasar, Bali, merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap dampak tsunami karena letaknya yang dekat dengan sumber gempa megathrust di sekitamya. Salah satu bentuk mitigasi berbasis alam adalah mangrove, yang memiliki peran penting sebagai pelindung alami untuk meredam energi gelombang sebelum mencapai daratan. Meski demikian, sejauh mana mangrove mampu mengurangi dampak tsunami pada berbagai magnitudo gempa dan kondisi vegetasi masih perlu dikaji lebih lanjut, khususnya untuk wilayah pesisir Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas mangrove sebagai salah satu upaya mitigasi tsunami dengan mempertimbangkan variasi magnitudo gempa, kerapatan vegetasi, dan lebar sabuk mangrove. Simulasi numerik dilakukan menggunakan model TUNAMI-N2 yang berbasis nonlinier shallow water equation untuk memodelkan propagasi tsunami dan genangan di wilayah pesisir. Dalam pemodelan ini, pengaruh kerapatan mangrove direpresentasikan melalui perubahan spasial pada koefisien kekasaran Manning dan koefisien hambatan (drag coefficient), sementara variasi lebar sabuk mangrove dilakukan untuk melihat pengaruh konfigurasi spasial vegetasi terhadap reduksi dampak tsunami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan mangrove dapat mengurangi kedalaman dan luas genangan tsunami. Efektivitas reduksi ini cenderung meningkat pada kondisi vegetasi yang lebih rapat dan sabuk mangrove yang lebih lebar. Namun, pada skenario tsunami yang lebih ekstrem, kemampuan mangrove dalam mereduksi dampak menjadi lebih terbatas akibat energi gelombang dan momentum aliran yang melampaui kapasitas vegetasi. Temuan ini menunjukkan bahwa mangrove memiliki potensi penting sebagai solusi berbasis alam untuk mitigasi tsunami, namun konfigurasi hutan mangrove perlu dioptimalkan dan penerapannya perlu diintegrasikan dengan strategi mitigasi lain di wilayah pesisir yang rentan.