digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abtrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Abstrak inggris
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Laporan TA
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Pertambangan terbuka batu bara menyebabkan perubahan tutupan lahan yang signifikan dan menjadi sumber emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor Agriculture, Forestry, and Other Land Use (AFOLU). Penelitian ini melakukan inventarisasi GRK akibat perubahan tutupan lahan di kawasan pertambangan Site Susubang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, periode 2017- 2025, menggunakan stock-difference method (SDM) dan gain-loss method (GLM) berdasarkan Pedoman IPCC 2006 Volume 4. Data aktivitas diperoleh dari analisis spasial multitemporal citra Sentinel-2 yang diklasifikasikan menggunakan deep learning di QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas hutan menurun 88 ha (20,3%) sementara tutupan semak meningkat 249%, dengan transisi Hutan?Semak sebagai transisi dominan seluas 202 ha. Berdasarkan SDM, kawasan mengalami kehilangan stok karbon bersih sebesar 46.336 ton CO2 (15,4% dari stok awal), sedangkan GLM menghasilkan net overlay positif sebesar 32.528 ton CO2 setelah memperhitungkan growth contribution dari pertumbuhan vegetasi. Kelas hutan menyumbang 98,7% total emisi melalui transisi Hutan?Semak, dengan biomassa sebagai carbon pool paling rentan. Reklamasi pascatambang mencakup 44,80 ha dengan serapan 4.764 ton CO2, namun belum mampu mengimbangi total emisi kawasan. Penelitian ini merekomendasikan pembatasan konversi hutan baru, akselerasi reklamasi, dan pemantauan tutupan lahan subtahunan.