Penimbunan sampah di tempat pemrosesan akhir merupakan sumber utama emisi
metana antropogenik pada sektor limbah. Penelitian ini menginventarisasi emisi
metana dari landfill TPA Benowo, Surabaya, untuk periode 2001 sampai 2025
menggunakan metode First Order Decay sesuai 2006 IPCC Guidelines dengan opsi
komposisi sampah. Dua jalur perhitungan dijalankan berdampingan, yaitu jalur
berparameter default IPCC dan jalur berparameter spesifik lokasi yang memakai
DOC hasil karakterisasi laboratorium serta DOCf hasil percobaan degradasi wadah
tertutup selama delapan minggu dengan kadar abu sebagai penanda inert.
Komposisi sampah diperoleh dari 48 sampel yang diambil selama delapan hari
berturut-turut, dan karakteristik fisik serta kimia diperoleh dari analisis
laboratorium. DOC curah hasil pengukuran sebesar 0,0939 Gg C per Gg sampah,
dibandingkan 0,1682 pada jalur default, sedangkan DOCf terukur berkisar 0,210
sampai 0,651 menurut fraksi dengan nilai tertimbang 0,428, dibandingkan nilai
curah default 0,5. Emisi tahun 2025 sebesar 145.347 ton setara CO2 pada jalur
laboratorium dan 426.226 ton pada jalur default, setara faktor emisi 23,00 dan 67,46
kilogram metana per ton sampah tertimbun. Untuk keseluruhan periode, emisi
kumulatif sebesar 4.200.519 dan 9.881.745 ton setara CO2. Propagasi galat menurut
IPCC Approach 1 menghasilkan ketidakpastian gabungan sebesar ?38,0 sampai
+34,8 persen pada jalur laboratorium, dengan DOCf dan faktor koreksi metana
sebagai penyumbang terbesar. Penggunaan parameter spesifik lokasi menghasilkan
estimasi 65,9 persen lebih rendah pada tahun 2025 dan 57,5 persen lebih rendah
untuk keseluruhan periode. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa massa
sampah tertimbun, DOC, DOCf, dan fraksi metana berpengaruh setara dengan
koefisien sebesar 1,1084, diikuti faktor koreksi metana, sedangkan pada sisi
komposisi pengaruh terbesar berasal dari fraksi sisa makanan disusul tekstil, dan
penetapan faktor koreksi metana merupakan keputusan tunggal dengan pengaruh
terbesar sesudah DOC dan DOCf.
Perpustakaan Digital ITB