digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2016_TA_PP_Oddy_Adnan_Mudatsir_1-COVER.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_Oddy_Adnan_Mudatsir_1-BAB_1.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_Oddy_Adnan_Mudatsir_1-BAB_2.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_Oddy_Adnan_Mudatsir_1-BAB_3.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_Oddy_Adnan_Mudatsir_1-BAB_4.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

2016_TA_PP_Oddy_Adnan_Mudatsir_1-BAB_5.pdf
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan


Analisis perekahan hidrolik dilakukan pada interval Formasi Telisa T-2 Lapangan KB, Cekungan Sumatra Tengah. Untuk memperkirakan sifat perekahan hidrolik dilakukan analisis terhadap regim tegasan dan sifat mekanik melalui data log sumur. Hasil pemodelan regim tegasan menunjukan bahwa regim tegasan pada interval Formasi Telisa T-2 adalah regim sesar normal. Data dari log gambar memperlihatkan arah tegasan horizontal maksimum Lapangan KB berasal dari arah baratdaya – timur laut. Pemodelan rekahan dilakukan dengan metode pseudo tiga dimensi (P3D). Rekahan hidraulik akan berkembang pada arah vertikal sebagai implikasi regim tegasan sesar normal. Sifat mekanik dari interval Telisa T-2 yang berbeda dengan batuan atas dan bawahnya menguntungkan untuk perekahan hidrolik. Tebal interval T-2 hanya sekitar 20 kaki berpotensi menyebabkan rekahan tidak hanya tertahan pada interval T-2. Pemodelan perekahan hidrolik menunjukan bahwa rekahan akan berkembang melebihi interval Telisa T-2 akibat meninkatnya tekanan net (Pnet) pada saat dilakukan perekahan hidrolik. Regim tegasan akan menentukan arah perkembangan perekahan hidrolik. Sifat mekanik secara signifikan mempengaruhi dimensi rekahan.