Perkembangan sistem asesmen adaptif bertujuan untuk mengoptimalkan jalur belajar
individu melalui personalisasi konten pembelajaran. Namun, ketergantungan
pada algoritma personalisasi yang agresif berisiko memicu fenomena overpersonalization,
yang menciptakan filter bubbles akademik dan mengisolasi pemelajar
dari keragaman perspektif. Kondisi ini dapat menyebabkan pengambilan
sampel informasi yang selektif serta stagnasi pembelajaran (learning plateau).
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan purwarupa
sistem asesmen adaptif kolaboratif. Sistem diimplementasikan menggunakan
arsitektur client-server dengan algoritma Modified Elo Rating untuk memodelkan
kemampuan kognitif pemelajar. Selanjutnya, mekanisme mitigasi diimplementasikan
melalui deteksi stagnasi berbasis variansi perubahan skor (??) dan algoritma
Constraint-Based Re-ranking untuk memasangkan pemelajar dengan sejawat yang
memiliki tingkat kompetensi heterogen (Cohen’s d ? 0,5). Terakhir, evaluasi sistem
dilakukan melalui Controlled Lab Study yang melibatkan sepuluh partisipan yang
dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol pada domain pembelajaran SQL.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mencapai peningkatan
hasil belajar yang signifikan dengan nilai Normalized Learning Gain (NLG)
antara 0,57 hingga 0,69 (kategori sedang ke tinggi), sementara kelompok kontrol
mengalami penurunan performa (NLG -0,21). Analisis trajektori kemahiran mengindikasikan
intervensi kolaboratif mampu mengembalikan pertumbuhan belajar
dengan rata-rata perbedaan gradien sebesar +0,67 setelah titik stagnasi terdeteksi.
Algoritma re-ranking juga terbukti efektif menciptakan pasangan heterogen dengan
rata-rata Cohen’s d sebesar 1,186. Dari penelitian ini, disimpulkan bahwa integrasi
intervensi sosial yang proaktif dan terautomasi menunjukkan indikasi efektif
untuk memitigasi overpersonalization dalam lingkungan pembelajaran adaptif. Ke
depannya penelitian dapat dikembangkan dengan rekalibrasi parameter stagnasi dan
integrasi LLM untuk scaffolding peer review.
Perpustakaan Digital ITB