Perilaku retak pada komponen struktur merupakan salah satu aspek penting dalam
penerapan teknik karena dapat menyebabkan kegagalan struktur secara tiba-tiba.
Mekanika fraktur klasik menyediakan parameter yang telah banyak digunakan,
salah satunya adalah J-integral, untuk mendeskripsikan gaya pendorong retak
dengan asumsi retak tajam (sharp crack). Namun, penerapan parameter tersebut
perlu dievaluasi kembali ketika retak dimodelkan menggunakan metode medan fasa
(phase-field), karena retak tidak direpresentasikan sebagai diskontinuitas tajam,
melainkan sebagai zona retak yang terdifusi yang dikontrol oleh parameter
panjang skala medan fasa. Penelitian ini mengimplementasikan dan memvalidasi
J-integral yang diperoleh dari simulasi phase-field melalui prosedur postprocessing untuk perambatan retak Mode I menggunakan formulasi phase-field
AT2. Tiga konfigurasi retak dievaluasi dalam penelitian ini, yaitu center crack,
double edge notch, dan single edge notch. Simulasi medan fasa dilakukan di
Abaqus menggunakan kerangka user-element, sedangkan J-integral dihitung
melalui prosedur post-processing berbasis Python yang diterapkan pada berkas
output database Abaqus. Analisis dipilih berdasarkan nilai variabel medan fasa
pada ujung retak yang dievaluasi, yaitu ?? = 0.6, ?? = 0.8, dan ?? = 1.0. Karena
tegangan nominal berubah terhadap panjang skala medan fasa (????
) dan nilai
variabel medan fasa (??), perbandingan langsung dengan satu nilai J-integral
analitik tidak digunakan. Sebagai gantinya, J-integral yang dihitung dari simulasi
medan fasa digunakan untuk memperoleh geometry correction factor (??)
ekuivalen, yang kemudian dibandingkan dengan nilai referensi analitik Mode I.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa geometry correction factor (??) yang
diperoleh dari simulasi phase-field mendekati nilai analitik ketika panjang skala
medan fasa mengecil. Pada ?? = 1.0, galat menurun dari 12,8% menjadi 3,8%
untuk center crack, dari 9,9% menjadi 4,1% untuk double edge notch, dan dari
3,02% menjadi 0,59% untuk single edge notch. Kecenderungan dalam penurunan
galat yang sama juga terlihat pada ?? = 0.6 dan ?? = 0.8. Perubahan nilai variabel
medan fasa (??) memengaruhi nilai hasil perhitungan, tetapi tidak mengubah
kecenderungan utama konvergensi. Temuan ini menunjukkan bahwa J-integral
yang dihitung dari metode phase-field mampu memperoleh geometry correction
factor analitik Mode I pada konfigurasi retak yang dikaji.
Perpustakaan Digital ITB