digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Angka kecelakaan kerja PT X sebagai industri spare part otomotif selama tahun 2012-2014 adalah 52 kasus. Oleh karena itu, diperlukan adanya identifikasi potensi bahaya untuk mengendalikan dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja di industri sparepart otomotif PT X. Penelitian ini dilakukan di unit grinding, stamping, machining auto, dan drawing dan elektroplating menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) untuk identifikasi akar penyebab lima kecelakaan PT X tahun 2012-2014, Failure Mode Effect Analysis (FMEA) untuk melengkapi hasil FTA berupa identifikasi potensi bahaya dan analisis risiko berdasarkan Risk Priority Number (RPN) dari suatu proses produksi dan Systematic Human Error Reduction and Prediction Approach (SHERPA) untuk identifikasi potensi bahaya human error berdasarkan langkah pekerjaan pada suatu proses produksi. Berdasarkan hasil analisis FTA diketahui akar penyebab lima kecelakaan kerja kategori major di PT X tahun 2012-2014 secara umum adalah kontrol manajemen yang kurang dalam K3 sedangkan dari hasil analisis potensi bahaya dan analisis risiko menggunakan FMEA menunjukkan RPN tertinggi di unit grinding sebesar 252, unit stamping sebesar 336, unit machining auto sebesar 800 dan unit drawing dan elektroplating sebesar 300. Sementara itu, hasil analisis potensi bahaya human error menggunakan SHERPA menunjukkan potensi bahaya human error yang ada di unit grinding adalah action errors dan checking errors; potensi bahaya human error yang ada di unit stamping adalah action errors dan checking errors; potensi bahaya human error yang ada di unit machining auto adalah action errors dan checking errors; dan potensi bahaya human error yang ada di unit drawing dan elektroplating adalah action errors dan retrieval errors. Dari hasil analisis FTA, FMEA dan SHERPA diketahui potensi bahaya yang ada di PT X secara umum yaitu mata kemasukan gram, terhirup debu logam, terhirup uap dromus,terpapar bising, ergonomi, terjepit mesin, tergores mesin dan terhirup uap kimia. Rekomendasi tindakan pengendalian dan perbaikan potensi bahaya yang diusulkan untuk PT X secara umum adalah substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif dan alat pelindung diri.