Transformasi digital dalam industri panw1sata telah menghadirkan tantangan mendasar terkait
distribusi kunjungan yang tidak merata. Fenomena bias popularitas dalam sistem rekomendasi
konvensional berkontribusi terhadap konsentrasi kunjungan wisatawan pada sekelompok kecil
destinasi populer, sementara destinasi altematif yang berpotensi mengalami marjinalisasi. Secara
global, data menunjukkan bahwa sebagian besar kedatangan wisatawan terkonsentrasi pada
destinasi yang telah populer, menciptakan ketimpangan distribusi yang tidak berkelanjutan. Di
Kabupaten Sumedang, pola serupa teramati di mana mayoritas kunjungan terpusat pada sejumlah kecil
destinasi, sementara destinasi lainnya menghadapi tantangan dalam menarik perhatian wisatawan.
Sistem rekomendasi berbasis Collaborative Filtering tradisional cenderung memperkuat
preferensi mayoritas melalui mekanisme feedback loop, sehingga memperparah ketimpangan distribusi
eksposur destinasi.
Dalam konteks literatur sistem rekomendasi, berbagai pendekatan telah dikembangkan untuk
meningkatkan keberagaman rekomendasi, termasuk teknik Maximal Marginal Relevance (MMR) yang
memungkinkan penyeimbangan antara relevansi dan keberagaman melalui parameter tunggal. Namun,
pendekatan yang ada umumnya menggunakan parameter statis yang tidak dapat beradaptasi terhadap
karakteristik dinamis domain pariwisata. Faktor kontekstual seperti kondisi cuaca, waktu kunjungan,
dan preferensi pengguna yang bervariasi sangat memengaruhi keputusan wisatawan, namun belum
terintegrasi secara adaptif dalam sistem diversifikasi. Lebih lanjut, eksplorasi sistematis
mengenai optimasi parameter diversifikasi secara dinamis untuk mencapai keseimbangan optimal antara
akurasi dan keberagaman dalam konteks pariwisata dengan keterbatasan data masih terbatas.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi sistem rekomendasi adaptif yang mampu
mengoptimalkan keseimbangan antara akurasi dan keberagaman melalui mekanisme pembelajaran parameter
dinamis, serta memvalidasi dampaknya terhadap distribusi eksposur destinasi.
Penelitian ini menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM) untuk mengembangkan artefak
berupa sistem rekomendasi adaptif dengan arsitektur hibrida yang mengintegrasikan Collaborative
Filtering, Content-Based Filtering, dan komponen Context-Aware yang memproses informasi kontekstual
secara real-time. Mekanisme pembelajaran adaptif diimplementasikan menggunakan algoritma
Multi-Armed Bandit dengan pendekatan kontekstual yang memilih parameter diversifikasi secara
dinamis berdasarkan fungsi reward yang mempertimbangkan akurasi, keberagaman, dan kebaruan.
Evaluasi dilakukan terhadap dataset pariwisata Kabupaten Sumedang yang telah dipreproses,
menghasilkan data akhir dengan karakteristik high sparsity, untuk mengukur performa sistem
dibandingkan dengan model baseline melalui metrik standar sistem rekomendasi.
Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil meningkatkan
keberagaman rekomendasi secara signifikan dibandingkan model baseline, dengan tetap mempertahankan
tingkat akurasi yang setara secara statistik. Perbaikan juga teramati pada metrik distribusi,
menunjukkan penurunan tingkat konsentrasi rekomendasi dan peningkatan cakupan katalog destinasi
yang direkomendasikan. Analisis distribusi lebih lanjut mengungkapkan bahwa sistem mampu
meningkatkan eksposur destinasi berkualitas tinggi yang sebelumnya kurang terekspos, dengan
peningkatan frekuensi rekomendasi yang substansial pada kategori long-tail. Mekanisme
pembelajaran adaptif menunjukkan kemampuan sistem dalam menyesuaikan strategi diversifikasi
berdasarkan karakteristik data dan konteks pengguna, mengindikasikan efektivitas pendekatan
Multi-Armed Bandit dalam domain pariwisata dengan keterbatasan data. Integrasi komponen kontekstual
juga terbukti memberikan kontribusi positif terhadap relevansi dan keberagaman rekomendasi yang
dihasilkan.
Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa demonstrasi empiris bahwa pendekatan
pembelajaran adaptif menggunakan Multi-Armed Bandit dapat mengatasi permasalahan trade-off
antara akurasi dan keberagaman dalam sistem rekomendasi pariwisata. Temuan menunjukkan bahwa
optimasi parameter diversifikasi secara dinamis lebih efektif dibandingkan pendekatan
statis konvensional dalam konteks data dengan sparsitas tinggi. Dari perspektif praktis, sistem
yang dikembangkan menawarkan solusi algoritmik untuk mendukung pemerataan distribusi pariwisata dan meningkatkan visibilitas destinasi berkualitas yang kurang terekspos, dengan implikasi positifbagi
pengelola destinasi wisata dan pembuat kebijakan dalam upaya pengembangan pariwisata
berkelanjutan. Keterbatasan penelitian meliputi cakupan geografis yang terbatas pada satu kabupaten
dan evaluasi yang dilakukan secara ojjline menggunakan data historis
Perpustakaan Digital ITB