digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Galuh Sekar Ayu
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP) Sumatera Selatan merupakan salah satu kawasan strategis nasional dalam mendukung ketahanan pangan, dengan padi sebagai salah satu komoditas pangan pokok yang dibudidayakan. Aktivitas budidaya padi menghasilkan limbah jerami yang pada beberapa wilayah masih ditangani melalui pembakaran terbuka sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara serta hilangnya bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali dalam sistem pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur pengolahan limbah pertanian berupa fasilitas komposter jerami padi pada KSPP Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan melalui identifikasi lahan sawah berdasarkan tiga skenario, meliputi (1) skenario kebutuhan energi pangan, (2) Business as Usual (BAU), dan (3) Protecting Paddy Fields Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PPF-KP2B); estimasi potensi limbah jerami; perhitungan kebutuhan komposter; serta penentuan arahan lokasi komposter melalui analisis kesesuaian lahan dan location-allocation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan lahan sawah berdasarkan skenario kebutuhan energi pangan lebih rendah dibandingkan luas sawah hasil skenario lainnya hingga tahun 2044. Skenario PPFKP2B mempertahankan luas sawah lebih besar dibandingkan BAU sehingga menghasilkan potensi limbah jerami dan kebutuhan komposter yang lebih tinggi. Hasil analisis kesesuaian lahan menunjukkan bahwa ketersediaan ruang yang memenuhi kriteria pengembangan masih mampu mendukung kebutuhan fasilitas komposter yang dihasilkan pada seluruh skenario. Analisis location-allocation menunjukkan bahwa kebutuhan fasilitas komposter cenderung teralokasi pada wilayah dengan konsentrasi produksi padi dan potensi jerami yang tinggi, terutama di Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian ini menghasilkan pendekatan perhitungan kebutuhan dan pengalokasian fasilitas komposter secara spasial berdasarkan potensi jerami, kesesuaian lahan, kapasitas fasilitas, dan jangkauan pelayanan yang dapat menjadi masukan dalam perencanaan pengolahan limbah pertanian di KSPP Sumatera Selatan.