ABSTRAK Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Naura Rafanissa Putri Budiman
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Urbanisasi yang tinggi di Kota Bandung mengakibatkan perubahan fungsi ruang
dan lingkungan fisik kota karena meningkatnya lahan tertutup. Tutupan lahan
perkotaan dapat menyerap radiasi yang tinggi yang berdampak terhadap
peningkatan suhu permukaan, yang dapat menimbulkan fenomena Urban Heat
Island (UHI). Sebagai upaya mitigasi efek UHI, Blue-Green Infratsructure dinilai
memiliki efek pendinginan terhadap iklim mikro perkotaan, namun hubungan
keduanya belum banyak dieksplorasi untuk kasus Kota Bandung. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan dan peran BGI terhadap fenomena UHI
yang terjadi di Kota Bandung. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan
data sekunder. Analisis Land Surface Temperature (LST) dilakukan dengan
menggunakan citra Landsat dengan metode Single Channel Algorithm. Pemetaan
terhadap LST dilakukan untuk mendapatkan intensitas UHI dengan klasifikasi
Urban Thermal Variance Field Index (UTFVI). Untuk identifikasi BGI dilakuakn
dengan menggunakan citra Sentinel-2 dengan metode supervised classification.
Terakhir, hubungan antara keberadaan BGI dengan intenitas UHI dianalisis
dmelalui korelasi pearson, analisis regresi linear, dan Geographically Weighted
Regression (GWR). Hasil pemetaan LST menunjukan perubahan rata-rata suhu
permukaan sebesar 4,18ºC dalam 20 tahun terakhir (2005-2025) dengan tahun 2025
suhu permukaan mencapai 29,44°C dan diprediksi akan meningkat 1-2°C pada
tahun 2035. Intensitas UHI diidentifikasi dengan menggunakan UTFVI, didapatkan
sebanyak 82 kelurahan di Kota Bandung mengalami intensitas UHI tinggi atau
klasifikasi UTFVI ‘strongest’. Kota Bandung memiliki luas BGI sebesar 4.616,18
hektar (28%). Hasil analisis hubungan menunjukan korelasi yang kuat dengan
hubungan negatif antara keberadaan BGI dengan UHI dan LST. Selain itu, hasil
regresi linear menunjukan hubungan negatif yang diberikan oleh proporsi BGI
terhadap UTFVI dan UHI dengan R² 76%. Terakhir, hasil GWR menunjukan Local
R² dan koefisien yang berbeda-beda tiap kelurahan dengan sifat hubungan negatif.
Perpustakaan Digital ITB