digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Diva Adriana Golda Panjaitan
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Globalisasi ekonomi telah mengintegrasikan wilayah perdesaan pesisir ke dalam rantai pasok global komoditas perikanan, menjadikan aktivitas ekonomi lokal semakin dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional sekaligus meningkatkan tekanan terhadap keberlanjutan sumber daya dan penghidupan nelayan. Fenomena ini terlihat di Desa Waruduwur, di mana transformasi dari sistem produksi lokal menuju orientasi ekspor rajungan telah mengubah struktur ekonomi dan sosial masyarakat, namun juga memunculkan kerentanan akibat penurunan stok, ketergantungan pasar, dan tekanan lingkungan. Meskipun demikian, sebagian besar kajian masih berfokus pada aspek produksi dan perdagangan, sehingga belum banyak penelitian yang secara historis dan komprehensif mengkaji bagaimana integrasi pasar global membentuk dinamika sumber daya penghidupan nelayan di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak integrasi ekonomi lokal dengan pasar global terhadap kondisi dan dinamika sumber daya penghidupan (livelihood resources) nelayan rajungan di perdesaan pesisir Desa Waruduwur, Kabupaten Cirebon. Analisis data dilakukan melalui teknik pengkodea (coding) dua siklus, analisis deskriptif kualitatif, statistik deskriptif, analisis spasial, dan analisis konten. Kerangka analisis dalam penelitian ini mencakup sumber daya penghidupan yang dikemukakan oleh Scoones (1998) dengan penyesuaian perkembangannya (Natarajan dkk., 2022; Scoones, 2009, 2015), sehingga menghasilkan empat sintesa aset yaitu aset sumber daya alam, aset ekonomi (fisik dan finansial), aset sumber daya manusia, dan aset sosiopolitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ekonomi lokal dengan pasar global di Desa Waruduwur memengaruhi seluruh dimensi sumber daya penghidupan nelayan, tetapi melalui mekanisme yang berbeda pada tiap aset. Pada aset sumber daya alam, integrasi meningkatkan tekanan eksploitasi pada stok rajungan, tetapi perubahan jasa lingkungan lebih banyak dipengaruhi oleh konteks iklim dan degradasi ekologis yang lebih luas. Pada aset ekonomi, integrasi mendorong modernisasi produksi dan meningkatkan pendapatan nelayan, terutama pada periode awal integrasi, namun juga memperkuat ketergantungan struktural padav pasar global dan aktor perantara. Sementara itu, pada aset sosial dan sumber daya manusia, integrasi ekonomi global tidak secara langsung menimbulkan perubahan relasi internal, namun berkontribusi dalam mendorong proses adaptasi teknologi dan inovasi alat tangkap serta menuntut kondisi fisik nelayan yang lebih baik akibat jarak melaut yang semakin jauh. Pada aset politik, integrasi mempertegas peran relasi kuasa dan distribusi akses sumber daya, serta membuka peluang akses sumber daya dari industri dan lembaga internasional meskipun aksesnya tidak merata. Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian mengenai penghidupan berkelanjutan dalam konteks perikanan tangkap, khususnya perikanan tangkap rajungan, di Indonesia. Kajian ini tidak hanya menambah literatur tentang penghidupan di desa pesisir, tetapi juga memperkuat analisis historis dalam studi pembangunan, yang selama ini jarang dilakukan.