digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan tekno-ekonomi Carbon Capture and Storage (CCS) Hub di Cekungan Asri, lepas pantai Laut Jawa, dengan kapasitas injeksi 2,5 Mtpa CO?, serta mengevaluasi integrasi CCS dengan kebijakan pajak karbon Indonesia. Penelitian ini berupaya menentukan storage fee minimum untuk kelayakan proyek, mengidentifikasi tarif pajak karbon break-even yang dapat memberikan insentif adopsi CCS oleh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara, dan menganalisis implikasi makroekonomi dari kerangka kebijakan terintegrasi ini. Metodologi tiga tahap diterapkan dalam penelitian ini. Pertama, estimasi biaya engineering CAPEX dan OPEX dilakukan menggunakan perangkat lunak Questor 15.1, dengan konfigurasi model Hub-as-a-service yang terdiri dari terminal penerimaan di Banten, pipa lepas pantai sepanjang 150 km, dan sumur injeksi pada saline aquifer Formasi Talang Akar. Kedua, analisis kelayakan finansial untuk menentukan storage fee minimum berdasarkan IRR proyek, dilengkapi dengan cost build-up yang mengintegrasikan biaya capture dan transport dari literatur internasional. Ketiga, analisis dampak makroekonomi menggunakan model Input-Output Leontief dengan tabel BPS Indonesia 17 sektor tahun 2020, mengaplikasikan baik quantity model (demand-pull) maupun price model (cost-push) untuk menangkap dampak positif investasi dan tekanan harga negatif. CCS Hub Asri membutuhkan estimasi CAPEX sebesar US$ 431 juta dan OPEX sekitar US$ 21.5 juta per tahun. Storage fee minimum untuk kelayakan proyek adalah US$ 45 – 55/tCO?, konsisten dengan benchmark internasional seperti Porthos dan berada dalam rentang Northern Lights. Total beban biaya CCS bagi PLTU, termasuk capture dan transport, berkisar antara US$ 94 – 136/tCO? dengan base case US$ 115/tCO?. Tarif pajak karbon break-even adalah sekitar Rp 2.1 juta/tCO?. Analisis Input-Output menunjukkan dampak output multiplier positif di sektor konstruksi, industri pengolahan, perdagangan besar, dan jasa keuangan namun memberikan dampak kenaikan harga produsen dalam sistem perekonomian yang masih terkendali. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan estimasi biaya berbasis engineering dengan analisis makroekonomi Input-Output untuk CCS Hub dalam konteks negara berkembang, pendekatan yang masih jarang diaplikasikan di Indonesia.